oleh

Hamdan Handoko: 30 Ribu UMKM di Bantul Butuh Perhatian

BANTUL – Bagaimana mengoptimalkan usaha menengah  kecil mikro (UMKM) di Kabupaten Bantul? Pertanyaan ini menjadi topik diskusi pemberdayaan UMKM di Tembi Guest House (26/8/2020).

Diskusi berlangsung selama tiga jam lebih. Menghadirkan Pakar Digital UMKM, Eka Indarto. Acara ini dihadiri sekitar  15 orang pemerhati UMKM.

Juga tampak Hamdan Handoko, warga Bantul yang beberapa waktu lalu menyatakan akan maju sebagai calon bupati. 

BACA JUGA : Posko Dukungan Operasi Gugus Tugas Covid-19 DIY Masih Diperlukan

Ada Arif Rahman Hakim, politisi senior dari Bantul yang kini banting stir menjadi pegiat Komunitas Agribisnis Indonesia  (KAI).  

Lalu, ada konsultan teknik dari Bandung, Jawa Barat. Yakni, Dodi, Bambang dan Nugraha.   Serta beberapa peserta yang menjadi pelaku UMKM.

Para peserta diskusi sepakat, sekarang adalah saatnya memberdayakan UMKM dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga pasar UMKM menjadi lebih luas.

Tidak hanya daerah sekitar, melainkan menembus tingkat nasional dan nancanegara.

BACA JUGA : Ini Doa Komandan TRC BPBD DIY Setelah Posko Dibubarkan

DISKUSI: Hamdan Handoko (kiri) dan Eka Indarto. (arh/berita649.com)

Eka Indarto mengatakan, perlu  mengajarkan kepada para pelaku UMKM agar berpikir seperti komputer berpikir.

“Alias computational thinking. Sehingga produk atau jasa yang dimiliki bisa diketahui orang yang mencarinya,” katanya.

Giliran Hamdan Handoko yang  menyampaikan pikirannya tentang pemberdayaan masyarakat. Ia menyebutkan  lebih dari 30 ribu UMKM di Bantul yang saat ini perlu perhatian. 

Misalnya mengembangkan usaha dengan sentuhan teknologi modern.

“Sehingga derajat kesejahteraan para pelaku UMKM dapat meningkat dengan signifikan. Mau tak mau UMKM harus familiar dengan teknologi.

BACA JUGA : Bantu Panti Asuhan, Pedagang Patungan Beli Sembako

Sementara itu, Arif Rahman Hakim menyarankan, salah satu cara agar UMKM dan masyarakat lebih cepat akrab dengan teknologi adalah menyediakan teknologi. Teknologi ini bisa diakses dengan mudah dan murah.

Tapi,  masyarakat  tetap harus didampingi. Diedukasi agar memanfaatkan konten teknologi secara positif. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA