oleh

Hak Anda Tak Percaya COVID-19, tapi Korban Makin Banyak

BERITA649.COM –  Ini adalah cerita Adrian “Thiwul”, relawan TRC BPBD DIY. Relawan yang tak pernah berhenti mengabdikan waktu dan tenaga untuk menangani pandemi virus corona.

23 Desember 2020: Kami kembali mendapatkan tugas untuk pemakaman protokol COVID-1. Mendapatkan telepon dari rumah sakit ke Posko Induk Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY.

Posduk langsung melakukan koordinasi dan komunikasi dengan beberaoa pihak, termasuk satgas kabupatan, desa dan kelurahan. Karena satgas kalurahan belum aktivasi, pemakaman diambil alih  Posduk Gugas DIY.

Berikutnya komunikasi dengan pihak keluarga untuk memastikan, apakah pihak ahli waris sudah mendapatkan makam dan tidak ada kendala di lapangan. Setelah itu Posduk koordinasi dengan pihak rumah sakit,  memastikan proses pemulasaran jenasah sudah dapat dilaksanakan.

BACA JUGA: Belum Ada Pengumuman Tingkat Efikasi Sinovac

Selanjutnya memastikan proses penggalian makam berjalan, termasuk  kesiapannya. Proses selanjutnya  tim kubur cepat menggunakan APD dan bergegas menuju rumah sakit untuk penjemputan jenazah. Kendaraan personil dan ambulan jenazah tiba, dilanjutkan dekon personil dan lingkungan.

Perjalanan menuju permakaman sedikit  terkendala, karena padatnya arus lalu lintas yang dilewati. Sebelum dimakamkan, jenazah sempat disholatkan pihak keluarga dan kerabat. Alhamdulillah proses semua berjalan lancar tim menuju zona dekontaminasi personil dan armada. Personil  masuk homebase dalam kondisi sehat, aman.

Bagi yang tidak percaya dengan COVID-19 menjadi hak anda. Tapi korban yang meninggal karena COVID-19 sudah banyak tak terhingga.

Berikut juga catatan relawan Adrian “Thiwul” pada pemakaman hari berikutnya.

Hari Kamis, 24 Desember 2020, kami mendapat tugas melaksanakan pemakaman protokol COVID-19. Kami menyebutnya “paket hemat”.  Kenapa paket hemat? Biasanya satu tim terdiri 7 personil dengan 2 armada, satu armada jenazah dan satu armada untuk personil.

Tapi ini berbeda karena hanya menggunakan mobil jenazah saja untuk pengambilan jenazah dengan 2 personil. Kami mendapat telepon dari RSPAU Harjolukito untuk membantu pemakaman di wilayah Bantul siang ini.

Tim pemakaman Posduk Gugas DIY segera koordinasi dengan pihak keluarga dan pihak desa. Sudah beberapa  kali kami dibantu  satgas desa dalam pemakaman.

Mereka sudah dibekali pelatihan dan peralatan pemakaman protokol COVID-19. Sangat membanggakan masyarakat dapat ikut berperan dalam penanganan COVID-19, termasuk pemakaman dan cipta kondisi.

Setelah mengambil jenazah di rumah sakit, kami membawa ke pemakaman. Tim satgas kalurahan sudah siap menggunakan APD. Selesai dekon personil dan armada serta jenazah, kami menyerahkan kepada pihak desa.

Selanjutnya pemakaman dilakukan tim satgas kelurahan. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA