oleh

Hadapi COVID-19, Sistem Kesehatan Nasional Perlu Diperkuat

BERITA649.COM – Ekonom UGM, Traheka Erdyas Bimanatya SE MSc mengatakan rencana vaksinasi COVID-19 belum bisa menjamin pandemi akan berakhir dalam waktu dekat.

Kondisi seperti sekarang akan berdampak pada ketidakpastian ekonomi, karena konsumen akan mengubah pola konsumsi. Sedangkan pelaku usaha memilih kebijakan bertahan dari ancaman krisis.

“Masih ada ketakutan dan ketidakpastian. Sehingga orang cenderung mencari rasa aman bagi dirinya,” kata Bimanatya dalam Diskusi Tantangan Pencapaian SDGs di masa Pandemi  COVID-19 . (22/12/2020).

Misalnya pandemi  virus corona masih berlangsung hingga tahun depan, masyarakat akan lebih banyak memilih menabung dibanding membelanjakan uang.

BACA JUGA: Keramaian Pesta Kembang Api Tidak akan Diizinkan

Kegiatan transaksi online semakin meningkat. Kelas menengah kembali menggunakan kendaraan pribadi. Aktivitas pertemuan lebih banyak dilakukan secara virtual.

Dampaknya terjadinya penurunan turisme, konser, sport, resto, bioskop dan konferensi. Perjalanan bisnis akan menurun, pelaku usaha enggan melakukan rekrutmen.

Masyarakat cenderung melakukan investasi dengan membeli logam mulia, melakukan stok makanan dan obat, serta menghindari bepergian jarak jauh.

Epidemiolog UGM, Riris Andono PhD mengatakan pemerintah perlu memperkuat sistem kesehatan nasional.

“Selama ini sistem kesehatan hanya mengelola program yang sama dan terus berulang dari tahun ke tahun dengan proses birokrasi yang begitu panjang,” kata Riris seperti dilansir ugm.ac.id.

Riris mengingatkan akan terjadi  ancaman krisis kesehatan yang mirip pandemi COVID-19. Karena itu dibutuhkan sistem kesehatan yang lebih baik melakukan respons cepat.

“COVID-19 bukan pertama dan terakhir. Kemungkinan penyakit dengan potensi pandemi akan selalu datang mengancam. Kika sistem kesehatan tidak dibenahi, akan mengalami masalah dan kondisi yang sama,” ujarnya. (mkb/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA