oleh

Gunung Merapi Sedang Krisis, Deformasi jadi Sinyal Bakal Terjadi Erupsi

SLEMAN – Betulkah Gunung Merapi akan meletus dalam waktu dekat? Tidak ada yang bisa memastikan. Tidak ada yang bisa menjawab.

Namun, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi  (BPPTKG) Yogyakarta mempublikasikan aktifitas Gunung Merapi memasuki babak baru.

Sejak 22 Juni lalu terjadi deformasi di gunung berapi yang terletak di perbatasan DIY – Jawa Tengah.

BACA JUGA : Raih Akreditasi “A”, Prodi Peternakan UMBY Terbaik di PTS se-DIY

Sekadar diketahui, deformasi adalah perubahan bentuk pada permukaan tubuh gunung api.

Juga ada istilah inflasi. Yakni,  aktivitas penggembungan permukaan tubuh gunung api sebagai akibat aktivitas magma.

Lalu, deflasi merupakan pengempisan permukaan tubuh gunung api akibat aktivitas magma bergerak kembali ke bawah.

BACA JUGA : Supervisi Protokol Kesehatan, Karita Taman Siswa Kategori “Baik Sekali”

“Terjadi deformasi kurang lebih setengah sentimeter per hari,” jelas Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida kepada wartawan, hari ini (9/7/2020).

Deformasi terukur dari sektor Barat Laut atau dari Pos Babadan, Kabupaten Magelang.

Total panjang deformasi sampai hari ini mencapai kurang lebih tujuh sentimeter.

BACA JUGA : MAN 1 Yogyakarta, Inilah Sekolah yang Digandrungi Anak-Anak Milenial

Terjadinya deformasi yang semakin besar di Gunung Merapi merupakan indikasi potensi terjadinya erupsi. Potensi bahaya masih sama.

Yakni, berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava, serta guguran material akibat erupsi eksplosif.

BPPTKG menyebutkan deformasi yang terjadi sekarang ini dominan mengikuti perilaku deformasi menjelang erupsi 2006.

BACA JUGA : UGM Produksi Ventilator, Gubernur Tawarkan Skema Kerjasama

Begitu juga perilaku erupsi yang akan terjadi. Diperkirakan juga akan mengikuti perilaku erupsi pada tahun 2006.

Dulu, satu bulan menjelang erupsi 2006, deformasi terukur sepanjang 130 cm dari Pos Kaliurang (sektor Selatan), dan 20 cm dari Pos Babadan (sektor Barat Laut).

BPPTKG mengatakan potensi ancaman bahaya masih berada di jalur kawah utama. Erupsi akan mengarah ke sektor Tenggara-Selatan  atau menuju Kali Gendol. (#)

 

reporter: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA