oleh

Gelar Rakor, Cari Solusi agar Tak Macet

YOGYAKARTA – Anda bersama  rombongan ingin menghabiskan tahun 2019 di Yogyakarta ? Jika anda menggunakan bus berukuran besar, sebaiknya Anda tidak perlu berebut parkir kendaraan di tengah keramaian kota mendekati kawasan Malioboro.  Misalnya Taman Parkir Abu Bakar Ali.

Tanggal 30 dan 31 Desember, lokasi parkir ini ditutup untuk bus wisata. Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta akan mengoptimalkan Taman Parkir Abu Bakar Ali untuk kendaraan pribadi non bus.

ATASI MACET: Memaksimalkan papan arah.

“Seperti tahun-tahun lalu, bus wisata ini sudah meninggalkan Abu Bakar Ali mulai pukul 15.00. Sebab, kalau terlalu malam, kesulitan keluar dari Malioboro,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho kepada Berita649.Com, hari ini (23/12/2019).

Sedangkan parkir bus wisata dialihkan di parkir  Stadion Amongrogo, Kridosono dan kantong-kantong parkir di Gembira Loka.Lokasi ini juga untuk parkir mobil pribadi. Wisatawan yang ingin ke Malioboro dan sekitarnya bisa menumpang bus TransJogja.  Bahkan,  tempat pemberhentian bus TransJogja juga akan diperbanyak.

Kantong parkir bus wisata resmi yang juga bisa digunakan adalah depan Bank Indonesia Jalan P Senopati, dan Parkir Bus Wisata Ngabean.  Sebelumnya,  Gubernur Sultan HB X meminta koordinasi pemerintah daerah di DIY dengan Kepolisian dimaksimalkan menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru 2020.

Koordinasi tersebut fokus mencari solusi mengatasi kepadatan. Permintaan tersebut disampaikan Sultan pada Rapat Koordinasi Forkopimda DIY Jelang Nataru di Ndalem Ageng, Komplek Kepatihan, 20 Desember lalu. Sultan mengingatkan, libur akhir tahun selalu memunculkan potensi kepadatan lalu-lintas.

“Jogja ini sempit.  Tidak bisa melebarkan jalan. Solusinya harus ada manajemen lalu lintas  yang baik,” pinta Sultan.

Pemantauan Berita649.Com siang ini, lalu-lintas di sekitar Maliboro semakin padat. Laju kendaraan maksimal hanya 5-10 kilometer per jam. Kendaraan menumpuk di bundaran Kotabaru,  Jalan Margo Utomo, Jalan Margo Mulyo, Jalan Pangurakan, Jalan Mayor Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan KHA Dahlan, Jalan Lejten Suprapto, Jalan Bayangkara, dan Jalan Wachid Hasyim.

Pengelola angkutan wisata “Si Thole” Hamam Romas memprediksi, libur tahun baru kali ini, Kota Yogyakarta banjir wisatawan.  Supaya tidak menimbulkan kemacetan dimana-mana, perlu ada rekayasa lalu-lintas.

“Jelas, kami sangat berkepentingan. Karena kalau macet, kasihan wisawatan yang menumpang armada “Si Thole”,” kata Hamam.

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA