oleh

Gara Gara Teh Krampul, Angkringan Ini Diserbu Anak Muda

YOGYAKARTA – Hidup itu mengalir. Begitulah filosofi Kriwil, laki-laki yang hampir 20 tahun membuka usaha angkringan. Ia memilih Kota Yogyakarta sebagai tempat mendulang rupiah.

Kriwil adalah pria yang berasal dari  Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Gunungkidul. Mengapa memiliki nama alias Kriwil, ia menolak menyebutkan kisahnya.

“Nggak apa-apa. Saya ikhlas dipanggil Kriwil,” katanya tertawa sembari membuat minuman teh panas bagi pelanggan.

Kriwil kali pertama datang ke Yogyakarta tahun 1998. Ia membuka angkringan di kampung Jogokaryan. Persisnya di barat SPBU Jogokaryan. Tapi, lokasi ini sudah menjadi hotel.

Pada tahun 2002, Laki-laki yang suka guyon ini pindah di Rotowijayan. Tepatnya di timur Museum Kereta Kraton.

BACA JUGA: Tiga Aspek Ini yang Menciptakan Kearifan di Masa Tua

ANGKRINGAN KRIWIL: Syahdu. (nik/berita649.com)

Namun sekitar setengah tahun lalu, gerobak angkringan Kriwil pindah di sisi barat. Lokasinya persis selatan gapura.

Di lokasi ini,  Kriwil  melayani para pelanggan. Pembelinya mulai anak-anak, pemuda hingga orang tua.

Namun, pelanggan setia didominasi anak-anak muda. Maklumlah, banyak makanan yang disuguhkan di gerobak. Mulai nasi sambal, nasi teri, nasi goreng, dan nasi tempe.

Belum lagi berbagai panganan ringan yang enak dinikmati pada sore hingga malam hari.

“Minuman di sini, enak. Coba saja kalau nggak percaya,” kata Agung, warga Rotowijayan yang telah lama menjadi pelanggan Kriwil.

BACA JUGA: Gandeng Traveloka, Pemda DIY Percepat Vaksinasi Lansia

Minuman yang dimaksud adalah wedang teh krampul. Orang menyebut teh lemon. Namun, racikan Kriwil berbeda.

“Rasanya ngangeni,” timpal Nanang.

Selain komplit, harga makanan dan minuman cukup miring. Itulah sebabnya, dagangan yang dijual setiap hari selalu habis.

Angkringan Kriwil buka pukul 16.00. Tutup sekitar pukul 24.00. Namun, biasanya pulang awal karena dangan telah ludes.

Tapi, saat pandemi virus corona menghantam perekonomian setahun lalu, usaha Kriwil terdampak.

“Saya sempat libur lama karena sempat sepi pembeli,” katanya.

BACA JUGA: Mau Mudik ke Kota Yogyakarta? Siap-Siap Dikarantina 5 Hari

Kini, setelah masyarakat melaksanakan protokol kesehatan, pelanggan kembali berdatangan meski belum pulih seratus persen.

Kriwil hanya berharap pandemi virus corona segera berakhir agar usahanya kembali normal.

Bagi Kriwil, bisa berjualan dengan aman dan tentram sudah lebih dari cukup. Karena usaha angkringan yang selama ini  menghidupi kehidupan bersama isteri dan anak-anaknya.

“Saya bisa jualan. Bisa melayani pelanggan. Dagangan habis. Bagi saya adalah hidup yang menyenangkan,” katanya. (aza/asa)  

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA