oleh

Gang Senggol di Kampung Kauman Ini jadi Kenangan Ribuan Orang

YOGYAKARTA –  Gang ini berada di salah satu pintu masuk kampung Kauman, Gondomanan, Yogyakarta. Gang ini tak ada yang istimewa. Kelihatan sempit. Jarak tak kurang dari 2 meter.

Gang yang menjadi pembatas dua rumah penduduk ini juga terlihat tak terawat. Dinding sebelah utara  dipenuhi dengan coretan cat spray. Pelakunya adalah anak-anak muda.

Tulisannya juga berganti-ganti. Karena pelaku grafiti yang berbeda-beda. Sementara tembok sisi selatan dalam kondisi rusak.

BACA JUGA : Usai Belajar Daring, Pelajar Kelas 3 SD Bikin Minuman untuk Pelanggan

Sebagian semen penutup tembok sudah lepas. Membuat tumpukan dereten bata sebagai pondasi dinding menjadi terlihat jelas.

Tapi, siapa sangka bila gang sepanjang kurang lebih 30 meter ini menjadi kenangan bagi ratusan orang. Bahkan, ribuan orang dari berbagai kota di Indonesia.

Betapa tidak. Pengguna jalan ini tak hanya warga Kauman. Juga penduduk Suronatan dan Notoprajan yang berdekatan dengan Kauman.

BACA JUGA : Tempat Singgah bagi Pasien Kanker, Biaya Hanya Rp 7.500/Orang

Gang ini menjadi akses pintu keluar-masuk mahasiswa dan pelajar dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta yang sedang belajar di Yogyakarta.

“Sejak saya masih kecil, gang ini sudah ada,” kata Arif, warga Notoprajan yang kini telah berusia 46 tahun.

Dulu, ketika berusia kanak-kanak, Arif juga keluar masuk gang ini. Pasalnya, simbahnya yang telah meninggal dunia tahun 80an tinggal di Kauman.

BACA JUGA : Bukit Paralayang Watu Gupit Banjir Wisatawan

Gang ini menjadi jalan yang menyimpan nostaligia bagi pelajar Madrasah Muallimmat Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta, dan SMP Muhammadiyah Purwodiningratan 1 Yogyakarta.

Juga menyimpan kenangan bagi mahasiswa Akademi Kebidanan ‘Aisyiyah atau STIKES ‘Aisyiyah di kampung Serangan.

Gang ini juga menjadi jalan alternatif bagi penduduk waktu itu yang ingin menyaksikan Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) di Alun alun Utara pada tahun 80an. Saat itu, kampung Kauman masih menjadi loket masuk ke lokasi PMPS. (#)

 

penulis: asa | editor: sauki adham

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA