oleh

Eks Hotel Tugu Nasibmu Kini, Bangunan Cagar Budaya yang Mangkrak

YOGYAKARTA –  Salah satu aset almarhum H Probosutejo di kota Yogyakarta adalah eks Hotel Tugu. Lokasinya berada di sisi timur Jalan Margo Utomo (dulu Jalan P Mangkubumi, red).

Persis timur pintu masuk ke Stasiun Tugu Yogyakarta. Kondisi bekas hotel yang menyimpan sejarah ini sangat memprihatinkan.

BACA JUGA : Iki Lemon Seger, Minuman Sehat tanpa Air dan Gula

Mangkrak. Tak terawat. Rumput liar menutupi bangunan bekas hotel yang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Namun, bangunan ini menyita perhatian wisatawan domestik. Menjadikan bentuk bangunan yang unik sebagai tempat selfi.

BACA JUGA : Jalur Lama Menuju Telaga Sarangan Jawa Timur Ditutup

Sekadar diketahui, pengusaha Probosutejo adalah adik Presiden HM Soeharto. Sebelum Probosutejo meninggal dunia 26 Maret 2018,  tempat  eks Hotel Tugu pernah digunakan sebagai supermarket.

Juga pernah menjadi kantor  pendukung Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada tahun 2010. Semasa masih wira-wiri Jakarta-Yogyakarta, Probosutejo ingin membangun masjid terbesar di DIY-Jawa Tengah di kompleks eks Hotel Tugu.

BACA JUGA : Aryo Winoto Dukung Amir Syarifudin jadi Calon Wakil Bupati Bantul

Namun,  tidak disetujui. Karena eks Hotel  Tugu sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. Sejak itu, tempat ini menjadi tidak terurus.

“Kalau terkesan tidak terawat bukan karena pihak keluarga tak memberi perhatian. Pihak keluarga hanya tidak ingin salah pengelolaan mengingat  sebagian bangunan sudah jadi cagar budaya,” kata Aryo Winoto kepada Berita649.Com (5/8/2020).

BACA JUGA : Resepsi Nikah di Hotel Ruba Graha, Tamu Dibatasi 50 Orang

Aryo Winoto adalah kerabat keluarga almarhum Probosutejo yang tinggal di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul.

Aryo mengatakan pihak keluarga sangat hati-hati menyikapi Undang-Undang 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Undang undang  ini menyebutkan pemerintah daerah dan masyarakat bertanggungjawab terhadap pengawasan pelestarian Cagar Budaya sesuai kewenangan. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA