oleh

Dunia Pariwisata Menderita, Berharap Keadaan Makin Baik

BERITA649.COM – Ahli Epidemiologi FKM UI, dr Syahrizal Syarif MPH PhD mengatakan, sebenarnya pada Mei 2020 sebanyak 80 persen negara-negara yang wabahnya dalam kondisi terkendali,  20 persen fluktuatif.

Namun, hari ini angkanya berbeda. Kondisi wabah fluktuatif menjadi 64 persen. Artinya bukan Indonesia saja, tapi dunia sedang fluktuatif.

“Saya kira vaksin-vaksin yang sudah melakukan uji klinik fase III ini merupakan berita baik. Karena memberi harapan agar kita bisa keluar dari pandemi COVID-19,” kata Syahrizal dalam Dialog Produktif bertema “Vaksin+3M: Jurus Ampuh Lawan COVID-19” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (3/12/2020).

Pernyataan Syahrial  adalah harapan bagi dunia usaha. Salah satunya pengusaha travel, Theodorus Jodimarlo.

BACA JUGA: REISA: Vaksin Bikin Kebal dari Penyakit

Theodorus berharap keadaan semakin membaik. Pasalnya, pandemi COVID-19 memberi dampak kelesuan bisnis travel.

“Saya menyambut baik adanya vaksin,” katanya.

Alasannya, dunia pariwisata sudah cukup menderita selama hampir 9 bulan. Saat itu juga tidak ada pemasukan. Vaksin jadi angin segar. Karena industri pariwisata yang paling pertama terdampak, dan yang paling terakhir sembuh.

Kata Syahrizal, vaksin sebetulnya adalah intervensi kesehatan terbaik abad ke-20. Dari semua intervensi kesehatan, vaksin terbukti mampu menurunkan angka kematian dan kesakitan.

“Saya kira perlu untuk meyakinkan masyarakat agar menerima vaksin COVID-19.  Ini perlu contoh dari tokoh-tokoh masyarakat,” ujarnya.

Setelah masyarakat mendapatkan vaksin,  tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan. Karena vaksinasi bertahap. Munculnya kekebalan kelompok di masyarakat juga bertahap.

Protokol kesehatan kerap diabaikan oleh masyarakat, terutama dalam menjalankan 3M sebagai satu paket lengkap.

BACA JUGA: BREAKINGNEWS: Hari Ini Rekor, Tambah 189 Kasus Positif

Survei UNICEF bersama AC Nielsen di 6 kota besar di Indonesia beberapa waktu lalu menunjukkan perilaku menjaga jarak kerap terabaikan. Perilaku jaga jarak (47 persen) lebih rendah daripada memakai masker (71 persen) dan mencuci tangan (72 persen).

Apabila perilaku ini bisa konsisten dilakukan masyarakat, dampaknya akan menekan rantai penularan COVID-19 secara signifikan. Kedatangan vaksin  menjadi pelengkap bagi proteksi kesehatan masyarakat yang paripurna. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA