oleh

Dokter UGM Meminta Masyarakat Patuhi Prokes, COVID-19 Terus Bermutasi

SLEMAN – Ketua Pokja Genetik FK-KMK UGM, dr Gunadi SpBA PhD mengatakan mutasi COVID-19 akan terus berlangsung. Gunadi meminta masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan.

Ia mengingatkan, risiko infeksi masih dapat terjadi.

“Mutasi virus tidak akan pernah selesai. Sifat mutasi ini perlu diwaspadai. Ttetapi tidak perlu khawatir berlebihan dengan tetap menerapkan prokes,” saran Gunadi seperti dikutip ugm.ac.id, hari ini (27/4/2021).

Seperti diberitakan, India mengidentifikasi varian virus corona baru dengan tiga mutasi. Namanya B.1.618. Varian ini merupakan hasil evolusi mutasi ganda yang sebelumnya dikenal dengan varian B.1.617.

BACA JUGA: Gara Gara Teh Krampul, Angkringan Ini Diserbu Anak Muda

Kata Gunadi, faktor mobilitas yang tinggi,  dan rendahnya penerapan protokol kesehatan di masyarakat memperbesar peluang transmisi varian B.1.618.

“Meski sudah divaksin jangan lantas longgarkan prokes karena masih bisa terinfeksi,” pintanya.

Saat ini belum ada penelitian terhadap tripel mutasi.  Varian B.1.618 ini perlu diwaspadai. Mengapa?

Karena mengandung tiga mutasi pada receptor binding domain (RBD) protein S yang berikatan langsung dengan sel inang manusia, E484Q, L452R, dan V382L.

BACA JUGA: Mau Mudik ke Kota Yogyakarta? Siap-Siap Dikarantina 5 Hari

Mutasi E484Q terletak pada lokasi yang sama dengan mutasi E484K yang dideteksi pada varian Afrika Selatan dan Brazil.

Sehingga mutasi E484Q diduga memiliki sifat sama dengan E484K. Yakni, dapat menghindari sistem kekebalan tubuh manusia.

“Saat ini belum ada bukti penelitian yang menunjukkan varian B.1.617 maupun B.1.618 memengaruhi kecepatan penularan, keparahan penyakit COVID-19 dan efektivitas vaksin,” jelasnya. (aza/asa)

>>> ASA

Avatar
Editor yang hobi menulis, main musik dan adventure

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA