oleh

Dokter dan Perawat Penerima Vaksin Pertama

BERITA649.COM – Dokter, perawat, polisi dan TNI sebagai garda depan yang pertama mendapatkan injeksi vaksin COVID-19.  Informasi tersebut disampaikan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) sekaligus Menteri Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto di Jakarta, hari ini (9/12/2020).

Prioritas tersebut sesuai instruksi Presiden Joko Widodo. Sekaligus mengikuti standar World Health Organization (WHO).

“Kami mohon kesabaran seluruh warga Indonesia. Karena vaksin datang secara bertahap. Kami harus membuat prioritas,” kata Airlangga.

Pemberian vaksin dengan jangka waktu akhir  2020,  awal 2021 sampai 2022. Airlangga meminta masyarakat menjaga protokol kesehatan.

BACA JUGA: PolGov UGM Sarankan Perlu Pemantauan Pasca Pilkada

Pemerintah telah menyiapkan sekitar 65 persen dari total penduduk Indonesia. Yakni,  vaksin program sebanyak 32 juta dosis yang digratiskan melalui iuran BPJS.

Penerima program ini adalah penerima bantuan iuran BPJS yang tidak memiliki komorbid dan berusia 18-59 tahun.

Sementara vaksin mandiri sebanyak 75 juta dosis dapat diakses melalui sektor industri padat karya. Perusahaan menyediakan vaksin untuk karyawan. Bisa diproleh salah satunya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Airlangga BPOM dan MUI  sudah mengirim tim ke Cina. Melihat cara pembuatan vaksin di Cina. Tinggal menunggu konfirmasi, evaluasi  dari fase uji klinis ketiga dan data yang diserahkan SINOVAC kepada BPOM.

Pemerintah juga telah melakukan pembicaraan dengan produser vaksin, seperti COVAX, GAVI, Pfizer, AstraZeneca PLC dan Novavax.  Pemerintah juga mengembangkan  vaksin merah putih.

Airlangga  mengundang masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam uji klinis. Masyarakat dapat menghubungi Fakultas Kedokteran di perguruan tinggi yang saat ini melakukan uji klinis.

Misalnya, Biofarma dengan Universitas Padjadajaran; UGM dengan Taiwan; UI dengan perusahaan Amerika. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA