oleh

Diserbu Pasien Luar Yogyakarta

Pemerintah Kota Yogyakarta terus memaksimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Mulai hari ini, masyarakat yang  ingin mendaftar periksa di Rumah Sakit Pratama tidak perlu lagi antri. Cukup melalui perangkat handphone android.

————-

INOVASI BARU: Berobat jadi mudah.

INOVASI ini lahir setelah Pemkot Yogyakarta memberlakukan sistem antrian online di Puskesmas. Kini, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melanjutkan inovasi tersebut berupa e-Pratama. Teknologi ini memungkinkan masyarakat yang ingin periksa di Rumah Sakit Pratama cukup mengakses e-Pratama yang terkoneksi dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS).

Apa yang menarik dari layanan baru ini? Inovasi e-pratama yang dikenalkan kali pertama di Balaikota Timoho pada 26 November 2019. Layanan pendaftaran online di RS Pratama melengkapi layanan serupa yang sudah diberlakukan di Rumah Sakit  Jogja dan semua puskesmas di Kota Yogyakarta.

Hanya, e-Pratama baru dapat diakses masyarakat yang telah memiliki rekam medis di RS Pratama. Sementara pendaftaran sudah bisa dilaksanakan tujuh hari sebelum pasien periksa. Sejak layanan ini diumumkan, atensi masyarakat yang memanfaatkan layanan ini menggembirakan.

“Banyak yang mendaftar lewat online. Tapi, harus kami batasi. Karena juga ada  pendaftar yang datang ke rumah sakit,” terang Kepala Seksi Tata Usaha RS Pratama Tri Paryati SKM MM.

Kuota pendaftaran pengobatan setiap hari sebanyak 50 pasien. Dari jumlah ini, pendaftar lewat online sekitar 30 orang, sisanya pendaftaran di loket. Hanya, antrian pendaftaran ini tidak otomatis menjadi nomor urut. Karena ketika pasien tiba di rumah sakit juga masih melakukan verifikasi untuk mendapatkan nomor antrian.

Ada yang mendaftar setelah mendapat rujukan dari puskesmas se-Kota Yogyakarta. Juga rujukan dari faskel tingkat pertama. Pengguna layanan ini tak hanya warga Kota Yogyakarta. Juga banyak dari wilayah Kabupaten Bantul. Kebanyakan penduduk tinggal di sekitar Kecamatan Banguntapan dan Kecamatan Sewon  Mereka adalah rujukan yang menggunakan fasilitas BPJS.

Kata Tri, dilihat dari usia, pendaftar terbanyak adalah usia lanjut. Umurnya di atas 50 tahun. Pendaftar adalah pasien yang berobat di Poli Anak, Poli Bedah, Poli Dalam dan Poli Gigi.  Berdasarkan catatan rekam medis, pasien ini menderita berbagai jenis penyakit dalam. Pasien yang paling banyak berobat adalah penderita diabetes.

“Tantangan kami adalah bagaimana inovasi layanan digital ini semakin meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan,” kata Tri.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA