oleh

Diproduksi di Umbulharjo, Dipakai Warga Jepang

YOGYAKARTA – Rumah lampu atau downlight.  Inilah produk UPT Logam Kota Yogyakarta yang sudah diekspor ke luar negeri.

Permintaan pasar terhadap rumah lampu sejak pandemi virus corona justru meningkat.

“Kami sebenarnya kewalahan, karena keterbatasan tenaga finishing,” terang Kepala UPT Logam Kota Yogyakarta, Nafiul Minan.

Sebelum pandemi virus corona datang tahun 2020,  UPT Logam hanya memproduksi  3.000 sampai 4.000 unit per bulan. Saat pandemi, permintaan meningkat menjadi 12.000 unit per bulan.

BACA JUGA: Syukuran Gelar Doktor jadi Ajang Reuni Fortakgama

Produk rumah lampu yang diekspor ke Jepang merupakan kerja sama UPT Logam Yogyakarta dengan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) dan produsen elektronik asal Jepang.

Kerja sama bermula dari keberadaan mesin digesting milik UPT Logam Kota Yogyakarta yang tidak pernah dipakai.

Melalui peran PT YPTI,  produsen elektronik asal Jepang tertarik bekerja sama memproduksi rumah lampu.

Sekadar diketahui, Pemkot Yogyaarta sejak tahun 2009 memiliki UPT Logam. Lembaga ini di bawah Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

BACA JUGA: Jangan Percaya, Info Ini Hoaks

UPT Logam memproduksi cetakan logam alat rumah tangga, komponen sepeda motor, komponen penarik ban cadangan mobil dan produk logam.

Nah, rumah lampu terbuat dari  aluminium batangan yang telah dilebur. Produksi rumah lampu dilakukan di unit pelaksana teknis.

Sedangkan pengecatan rumah lampu dilakukan di Jepang. Kapasitas mesin digesting di UPT Logam bisa memproduksi 36.000 rumah lampu selama 24 jam.

BACA JUGA: Dikabarkan jadi Pendiri Partai Umat, Ini Penjelasan Syukri Fadholi

Sementara 7 orang tenaga finishing hanya mampu memproduksi sekitar 400 unit rumah lampu.

“Tidak mudah memastikan tenaga finishing mampu bekerja baik.  Perusahaan di Jepang sangat teliti. Produk harus benar-benar dalam kondisi baik. Sedikit tergores saja pasti dikembalikan,” kata Nafiul.

UPT Logam memberdayakan industri kecil menengah (IKM) di sekitar untuk memenuhi kebutuhan aluminium batangan. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA