oleh

Din Syamsuddin: KAMI Berpolitik yang Bermoral

YOGYAKARTA – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) lahir di Indonesia sebagai gerakan moral. Gerakan moral yang berdimensi politik.

“Kami juga berpolitik. Tapi, berpolitik yang bermoral,” kata Presidium KAMI, Prof Dr Din Syamsuddin pada acara deklarasi KAMI DIY di Ruang Utama PDHI Alun-alun Utara Yogyakarta (4/9/2020).

Acara yang berlangsung selama dua jam ini dihadiri Gatot Nurmantyo, HM Syukri Fadholi SH, Mudrick M Sangidu,  Iswandi Setyobudi, Prof Dr Muhammad Chirzin, Ir Azman Latief,  Ustadz Umar Said dan Ustadz Puji Hartono.

Di depan ratusan orang yang mendatangi acara ini, Din menegaskan, KAMI adalah gerakan moral untuk perubahan dan kebaikan.

BACA JUGA: 560 Wisatawan Luar Jawa Booking Hotel di Yogyakarta

KAMI adalah arus. Arus deras yang akan membersihkan lorong.

“Silakan bergabung bagi yang ingin bergabung. Tapi bagi yang tidak setuju, jangan menghalangi,” kata Din disambut tepuk tangan.

Din pada  awal  pidato mengatakan,  Yogyakarta menjadi saksi sejarah bagi penegakan kedaulatan bangsa dan negara.

Kini telah disimpangkan, diselewengkan  kelompok-kelompok tertentu.

BACA JUGA: Kredit Rp 2,5 Juta, Bunga 3 Persen/Tahun

Mantan ketua PP Muhammadiyah ini mengingatkan kembali Deklarasi Yogyakarta dari Kongres Umat Islam Indonesia yang dilaksanakan tahun 2015.

Kongres menyatakan  telah terjadi defiasi, distorsi dan disorientasi kehidupan nasional dari cita-cita dasar yang diletakkan para pendiri bangsa.

Saat ini, Pancasila ingin diselewengkan. Begitu juga nilai semangat dan jiwa dalam UUD 1945 telah mengalami penyimpangan dan penyelewengan. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA