oleh

Akhir Pekan Kemarin, Wisata Dieng Dikunjungi 16 Ribu Orang

WONOSOBO – Pelancong ke dataran tinggi Dieng memacetkan akses jalan antara Wonosobo-Dieng. Tepatnya di tanjakan 15 persen di atas Desa Tieng Kabupaten Wonosobo.

Mobil-mobil pelat dari Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta,  Semarang, Solo dan  daerah lain merayap di tanjakan tertinggi menuju Dieng.

Kondisi puncak 15 persen tanggal 9 Agustus lalu macet total selama 30 menit pada pukul 12.00.

BACA JUGA : Mahasiswa UGM yang Diterima Tanpa Tes Ini Sedih, Mengapa?

“Ada mobil macet. Kendaraan dari bawah tidak bisa naik, sedang kendaraan dari atas harus antre,” kata relawan lalin lokal.

Kawasan kilometer 9 dari Wonosobo memang langganan macet bila arus lalu lintas wisatawan krodit. Salah satu penyebabnya karena pengendara luar kota yang belum mengenal medan.

BACA JUGA : Ini 6 Standar Klasifikasi Sepeda Polygon, Anda yang Mana?

Faktor lain karena kendaraan di puncak pas membelok ke area parkir di puncak pas. Laju kendaraan dari bawah dan atas tertahan.

Di lokasi tersebut para wisatawan naik gardu pandang untuk foto diri  dengan latar belakang Gunung Perahu dan jurang di bibir puncak pas 15 persen.

Sebagian wisatawan mendinginkan mesin kendaraan karena jalan menanjak. Ada pula yang berhenti untuk istirahat dan minum.

BACA JUGA : Mau Wisata ke Yogyakarta dengan Aman dan Nyaman? Ini Caranya

Area puncak pas ini berada pada 2 km sebelum masuk Dieng.

“Saya naik motor dari arah Dieng ke Wonosobo terhenti di puncak pas, jalannya macet nih,” kata Zufar Zein.

Sejak Maret 2020, kawasan wisata Dieng ditutup. Lima bulan kemudian, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara membuka secara terbatas akses obyek wisata ketinggian 2.000 DPL pada 22 Juli 2020.

Unit Pengelola Terpadu (UPT) Dieng Banjarnegara mencatat kunjungan sekitar 3.000 wisatawan hingga 31 Juli 2020. Pada akhir pekan kemarin, pengunjung mencapai 16 ribu wisatawan. (#)

penulis Mukhijab | editor: sauki adham

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA