oleh

Di Rumah Saja bila Tidak Ada Urgensi Liburan

BERITA649.COM – Bagaimana sebaiknya menyikapi libur akhir tahun? Ikut ramai-ramai mengunjungi tepat wisata? Ataukah cukup tinggal di rumah bersama keluarga?

Dokter Ivan Adrian menyarankan  masyarakat tetap berada di rumah bila tidak ada urgensi yang penting untuk liburan.

“Di rumah saja. Kalau saya, lebih asyik liburan bersama keluarga di rumah,” saran dr Ivan pada dialog “Menerapkan Protokol Kesehatan Menjelang Liburan Akhir Tahun” yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), hari ini (15/12/2020).

Mengapa di rumah? Karena penularan virus corona di Indonesia masih terjadi. Keadaan ini membuat saat liburan bisa bertemu orang lain yang terpapar COVID-19 berstatus orang tanpa gejala (OTG).

BACA JUGA: BPBD DIY Gelar Program 1 Juta Masker

Bertemu dengan OTG bisa berpotensi terjadinya penularan aktif atau penularan pasif. Sementara orang tak sadar bila sedang terpapar virus corona.

Jikapun harus liburan, atau harus keluar rumah karena urusan pekerjaan, Dokter Ivan mengimbau tetap melakukan protokol kesehatan. Mulai memakai masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan.

Soal masker, dr Ivan juga mengajak masyarakat menggunakan masker secara benar. Masker harus menutup mulut dan hidung.

Masker bukan untuk menutup dagu. Karena pemakaian seperti ini rentan tertular COVID-19. Modal penting yang harus dilakukan agar tetap sehat adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan adalah cara ampuh mencegah penularan COVID-19,” katanya.

Pegiat ekonomi kreatif dari Bali, Rizky Aria Diansyah mendukung langkah pemerintah terus melakukan kampanye  penerapan protokol kesehatan.

Alasannya, pada pandemi COVID-19, mematuhi protokol kesehatan menjadi kebutuhan sehari-hari.

“Kalau ingin tetap sehat dan selamat, patuhi protokol kesehatan,” kata pengusaha yang berbisnis rental kendaraan bagi wisatawan di Bali.

Sementara pengusaha travel, Anton Thedy mendukung dan menyambut positif keputusan Gubernur Bali. Keputusan yang mengharuskan wisatawan yang berkunjung ke Bali harus menyertakan hasil “positif” PCR swab.

Kata Anton, cara tersebut memastikan siapa saja yang masuk ke Bali dalam kondisi sehat. Bersih dari virus corona. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA