oleh

Dekat dengan Rakyat, Jaga Keistimewaan DIY

YOGYAKARTA – Memiliki nama lengkap Achmad Ubaidilah. Akrab disapa Ubay.

Dia adalah suami Gusti Raden Ajeng Nur Astuti Wijareni, putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X yang akrab disapa Jeng Reni.

Setelah menikah dengan Jeng Reni pada Oktober 2011, Ubay bergelar KPH H Yudanegara.

Yudanegara lantas memilih menetap di Jakarta bersama isteri.

“Saya harus bekerja,” kata menantu Raja Kraton Yogyakarta yang  ramah dan murah senyum ini.

BACA JUGA: Warga DIY Tertular COVID-19 Bertambah 186 Kasus, Pasien Sembuh 205 Orang

Kisah hidup Yudanegara juga seperti dialami orang lain pada umumnya. Ia harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yudanegara adalah anak bungsu dari enam bersaudara. Lahir di Jakarta, 26 Oktober 1981.

Masa kanak-kanak hingga mudanya dibesarkan dari keluarga abdi negara.

H Jusami Ali Akbar, ayahnya yang meninggal dunia tahun 2001 pernah bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Sedangkan Hj Nurbaiti Helmi, ibunya pensiunan Kementerian Agama.

BACA JUGA: Reuni, Ingat saat Walikota Herry Zudianto Menyapu Ruangan Pawarta

HARMONIS: KPH H Yudanegara, Jeng Reni dan buah hati. (istimewa)

Yudanegara mengawali karir sebagai pegawai negeri pada tahun  2003.

Ia menjadi staf Biro Umum Departemen Dalam Negeri. Lalu, menjadi ajudan Gubernur Lampung (2003-2004).

Yudanegara kemudian bertugas di protokol Mendagri (2004-2006). Kemudian bertugas menjadi staf Direktorat Pejabat Negara Depdagri.

Tahun 2007, Yudanegara dipilih menjadi ajudan Sekretaris Wakil Presiden, Tursandi.

Dua tahun berikutnya, Yudanegara menjadi Sekretaris Pimpinan pada Sub Bagian TUP Kediaman Resmi Wapres.

Tahun 2011, Yudanegara dilantik menjadi kepala Substansi Komunikasi Politik Bidang Media Cetak Sekretariat Wapres.

BACA JUGA: Ahmad Akbar Susanto, Calon Ketua ICMI Kabupaten Sleman

Tak hanya karir Yudanegara yang melesat. Pria penyuka olahraga bulutangkis ini juga terus meningkatkan jenjang pendidikan.

Setelah lulus dari Program S2  Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Yudanegara mengikuti tugas belajar beasiswa kuliah di Yamaguchi, Jepang tahun 2013.

Empat tahun kemudian, ia mendapatkan gelar PhD bidang Public Policy.

Setelah kembali ke Indonesia, Yudanegara ditunjuk sebagai kepala Penyiapan Acara Presiden.

Ia menduduki jabatan ini selama dua tahun. Pasalnya, Yudanegara “diminta” Gubernur Sultan HB X bergabung di Pemerintah Provinsi DIY.

BACA JUGA: Keliling Kampung, Ganjar Pranowo Mampir Mencicipi Garang Asem

ABDI NEGARA: Saat bertugas di Kemendagri. (istimewa)

“Kemanapun ditugaskan, saya siap,” katanya.

Akhirnya sejak tahun 2020 sampai berita ini ditayangkan, Yudanegara menduduki jabatan sebagai Kepala Pemerintahan Kalurahan, Kelurahan, Kapanewon dan Kemantren DIY.

Kini, Yudanegara menjalankan tugas untuk menjaga Keistimewaan DIY.  Ia ingin peran yang diamanatkan Gubernur Sultan HB X  bisa memberi manfaat dan kesejahteraan masyarakat DIY. (aza/asa)

 

 

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA