oleh

Dari 26 Ribu UMKM, Baru 6.993 yang Miliki Legalitas

YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mendorong pelaku usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM)  segera mengurus legalitas. Ini dilakukan agar dapat tercatat sebagai calon penerima bantuan permodalan.

Walikota Haryadi Suyuti mengatakan  terdapat 26 ribu  UMKM di 14 kecamatan. Namun, pelaku usaha yang sudah mengantongi  ijin usaha mikro baru 6.993 UMKM.

”Modal dapat membangkitkan kembali giat pelaku UMKM yang terkena dampak pandemi COVID-19,” kata Walikota saat membuka acara Rakor  Pengembangan UMKM  yang diselenggarakan Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di Indoluxe Hotel (15/10/2020).

BACA JUGA: Memastikan Negara Selalu Hadir saat Rakyat Terdampak Bencana

Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah di Kota Yogyakarta mempunyai potensi besar dalam mengembangkan perekonomian daerah. Kiprahnya mampu menjadi sumber nafkah masyarakat, sekaligus menyerap banyak tenaga kerja.

UMKM bergerak pada semua jenis lapangan usaha.  Berperan sebagai pelaku utama kegiatan  perdagangan, jasa, industri kecil, pariwisata dan jenis lain

Karena itu, arah kebijakan pemberdayaan usaha di Kota Yogyakarta  melalui pendekatan keberpihakan. Diwujudkan dalam bentuk pemberian kesempatan berusaha, dukungan peningkatan kapasitas dan keterampilan berusaha.

BACA JUGA: Belajar Tatap Muka Butuh Persetujuan Wali Murid

“Serta perlindungan usaha, termasuk penguatan permodalan,” kata Walikota.

Haryadi sangat mengapresiasi kegiatan  rakor  pengembangan UMKM.  Ia berharap melalui koordinasi, UMKM di Kota Yogyakarta  terus tumbuh dan berkembang. Sehingga mampu berperan signifikan  mencapai target pertumbuhan ekonomi, mengatasi pengangguran, dan mengatasi kemiskinan. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA