oleh

Curah Hujan Lebih Tinggi, Waspadai Banjir dan Longsor

SLEMAN – Korelasi curah hujan dan southern oscillation index tertinggi  terjadi pada bulan September-November. Curah hujan pada bulan ini lebih tinggi daripada kondisi normal.

Sementara bulan Desember hingga Februari, curah hujan  tetap tinggi meskipun korelasi dengan southern oscillation index lebih rendah.

Sekretaris Pusat Studi Bencana UGM, Dr Andung Bayu S MSc  mengatakan akibat tingginya curah hujan, bencana yang sering terjadi adalah banjir dan longsor. Banjir terjadi akibat simpanan permukaan tidak mampu menampung air hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

“Jika hujan deras terus-menerus terjadi pada daerah rawan banjir, masyarakat harus waspada. Begitu pula jika tebing muncul retakan. Ini merupakan tanda-tanda akan longsor,” kata   Andung seperti dikutip ugm.ac.id.

BACA JUGA: 7 Fakta tentang Menghindari Virus Corona

La Nina dan  El Nino sering disebut  El-Nino Southern Oscillation (ENSO). Ini adalah gejala perubahan atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca secara musiman di Indonesia dan negara lain di kawasan Samudra Pasifik.

La Nina adalah peristiwa turunnya suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata rata. Sedangkan El Nino adalah  kenaikan suhu air laut di Samudra Pasifik di atas rata-rata suhu normal.

Kata Andung, longsor akibat peningkatan beban tanah yang semakin berat karena terisi  air hujan. Karena itu perlu antisipasi saat terjadi banjir dan longsor.

BPBD harus siaga menangani potensi bencana banjir dan longsor. Tantangan ke depan adalah  kemungkinan banjir dan longor di tengah pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Pemerintah Siapkan 320 Juta Vaksin, Sasaran Usia 19-59 Tahun

“Barak pengungsian seadanya yag dipenuhi pengungsi berpotensi  terhadap penularan virus corona,” katanya memberi warning.

Andung menyebut anomali iklim ekstrem La-Nina umumnya berlangsung hingga selesai musim penghujan. La-Nina diprediksi Desember 2020 hingga Februari 2021 dengan probabilitas  mulai berkurang.

Kemungkinan curah hujan pada bulan tersebut mendekati curah hujan pada kondisi normal. La nina  bisa menguntungkan, tapi juga merugikan. Menguntungkan, karena sumber daya air melimpah dan potensi kekeringan rendah. Bisa juga merugikan karena meningkatkan potensi banjir dan longsor. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA