oleh

Cegah B117 Masuk Indonesia, WNA Dilarang Masuk Indonesia

BERITA649. COM – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran COVID-19 Nomor 4 Tahun 2020. Surat  ini berisi larangan warga negara asing masuk Indonesia.

Peraturan tersebut  menyusul ditemukan virus SARS-CoV-2 varian B117 yang bisa menular lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Surat edaran berlaku tanggal 28 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021. Ketua Satgas Penanganan COVID-19, Doni Monardo mengatakan regulasi yang mengatur pelaku perjalanan luar negeri dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 dan addendum SE  3/2020  tetap berlaku.

“Sepanjang tidak bertentangan dengan SE 4,” kata Doni dalam siaran pers yang diterima BERITA649.COM, Senin (29/12/2020) dinihari.

BACA JUGA: Sekda DIY: Lockdown di Malioboro Kewenangan Pemkot Yogyakarta

WNA yang tiba tanggal 28 hingga 31 Desember 2020 tetap menggunakan ketentuan dalam addendum SE 3/2020.   Addendum ini memperketat pengawasan kedatangan pelaku perjalanan Eropa dan Australia.

Juga melarang WNA Inggris masuk Indonesia. Sementara SE Nomor 4/2020 melarang semua warga negara asing masuk Indonesia. Kecuali pemegang izin tinggal diplomatik, izin tinggal dinas dan pemegang kartu izin tinggal terbatas dan kartu izin tinggal tetap.

Larangan sementara WNA masuk Indonesia  untuk melindungi masyarakat. Berlaku  sementara. Merupakan langkah mencegah dan mengendalikan penularan COVID-19 di Indonesia.

Pelaku perjalanan WNI yang kembali  ke Indonesia secara langsung maupun transit di negara asing, harus menunjukkan hasil negatif melalui tes RT-PCR di negara asal. Sampel diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum jam keberangkatan.

BACA JUGA: Liburan ke Yogyakarta, Wisatawan Wajib Bawa Surat Keterangan Sehat

Dilampirkan saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia. WNI maupun WNA yang dikecualikan diperbolehkan masuk Indonesia saat kedatangan dilakukan tes ulang RT-PCR dan diwajibkan menjalani karantina selama 5 hari.

WNI disediakan karantina khusus. Sedangkan bagi WNA di tempat  karantina dengan biaya mandiri. Di hotel yang telah mendapatkan sertifikasi Kementerian Kesehatan.

Bila hasil pemeriksaan ulang RT-PCR saat kedatangan menunjukkan hasil positif, WNI  dirawat di rumah sakit dengan biaya ditanggung pemerintah. WNA  biaya mandiri.

Sampai hari ini pemerintah telah menyediakan 17 hotel dengan kapasitas 3.570 kamar sebagai tempat isolasi mandiri. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA