oleh

Calgara, Kuda Muda yang jadi Juara

CALGARA. Ini adalah nama kuda yang dalam setahun terakhir menyita perhatian masyarakat pecinta olahraga pacuan kuda. Pamor Calgara tak hanya dikenal di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namanya telah menasional. Calgara adalah fenomena dalam jagat olahraga pacuan kuda di Indonesia. Mengapa Calgara menjadi fenomenal? Jurnalis Berita649.Com sejak pukul 15.00 – 17.30 sore tadi melihat lebih dekat Calgara di “rumahnya”. Lokasinya di Desa Timbulhrajo. Tak jauh dari Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul.

EMOSIONAL: Aryo Winoto bersama Calgara. (ist)

Calgara belum lama tinggal di Kabupaten Bantul. Sejarahnya, Calgara berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Adalah Aryo Winoto yang memindahkan Calgara dari Menado ke Bantul. “Di sini baru tiga tahun,” kata Aryo kepada Berita649.Com.

Ia “mengambil” Calgara dari Manado sekitar tahun 2017. Setelah lahir, Aryo langsung membawa ke Bantul. Ia kemudian menjadi keluarga baru Argomulyo Stable. Argomulyo Stable adalah branding milik Aryo Winoto yang tak lain adalah keponakan HM Soeharto, presiden kedua Republik Indonesia. Semula basecamp Argomulyo Raya Stable berada di Kecamatan Sedayu. Namun, memudahkan pemeliharaan Calgara dan tiga kuda yang lain, Aryo memindahkan Argomulyo Stable di Desa Timbulharjo, Kecamatan Jetis.

Di tempat ini, Aryo menyewa lahan seluas kurang lebih 900m2. Sebagian lahan dibangun empat kandang. Salah satunya kandang sepesial untuk Calgara. Lokasi kandang berada di paling depan. Calgara menempati kandang berukuran 4×4 meter persegi. Karena lahir sebagai “atlit”, keseharian Calgara tidak jauh-jauh dari gemblengan fisik. Dilatih, dilatih dan dilatih. “Stamina dan tenaganya luar biasa,” kata Yani Sondakh, pria yang sehari-harinya merawat Calgara. Pria ini juga yang dipilih Aryo Winoto menjadi joki ketika Calgara berlaga di arena balapan.

Itulah sebabnya, aksi Calgara selalu mencuri perhatian khalayak. Calgara adalah kuda muda yang ketika lari memiliki kecepatan yang luar biasa. Aksinya membuat kuda-kuda lain down. Tak mengherankan bila Calgara banjir pujian saat berlaga. Namun, pada laga terakhir di arena pacuan kuda  Tegalwaton, Salatiga, Jawa Tengah, Calgara tampil beda. Ia tiba di garis finish pada urutan terakhir setelah di awal start mengalami “insiden”. Calgara ditabrak kuda yang dikendalikan joki lain.

“Tapi nggak apa-apa. Yang penting Calgara tidak mengalami cidera,” kata Aryo.

Kekalahan Calgara akibat ditabrak kuda lain langsung menjadi pembicaraan di mana-mana. Juga ramai di sosial media. Mereka menyesalkan peristiwa tersebut. Aryo pun bisa memahami reaksi para penggemar atas kekalahan Calgara. “Yang penting, mari bersama-sama menjaga agar olahraga balap kuda ini berlangsung fair dan profesional,” katanya berharap.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA