oleh

Bocah Malang Ini, 12 Tahun Hidup Tak Berdaya

YOGYAKARTA – Masih ada warga yang hidupnya harus menahan kegetiran. Salah satunya Rahmania Aghista, penduduk kampung Mrican RT 26 RW 09 Kelurahan Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta.

Sejak lahir, anak dari Suciati Rahayu ini menderita sakit hydrocephalus. Hydrocephalus adalah kelebihan cairan menekan otak yang dapat menyebabkan kerusakan otak.

Saat ini, Aghista berusia 12 tahun 7 bulan. Ia tinggal bersama ibunya dan dua saudara kandung. Rumah yang ditempati hanya kontrakan. Ia harus membayar sewa setahun sekali.

Padahal, Suciati tidak mempunyai pekerjaan tetap. Ia bisa menjahit. Itu pun tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: Jatuh di Wajan, Perut Bocah Ini Melepuh

SOLIDARITAS: Anggota Insan Karima Yogyakarta saat menyambangi tempat tinggal Aghista. (istimewa)

Pasalnya, Suciati menjahit pakaian bila ada pesanan. Jika tidak garapan menjahit, perempuan single parent ini bekerja serabutan.

Kondisi Aghista mengundang keprihatinan Insan Karima Yogyakarta (IKY). Siang tadi, sejumlah anggota IKY menyambangi rumah kontrakan Suciati.

Suciati beserta ketiga anaknya tinggal di rumah kecil. Tempat tidur, ruang tamu dan dapur menjadi satu. Sementara Aghista sehari-harinya hanya bisa terbaring di alas apa adanya.

Saat dikunjungi, bocah yang hidupnya tak berdaya ini mengenakan baju tidur warna kuning. Sementara dua saudara kandung berada di sebelah Aghista yang menyambut para tamu dengan senyuman.

Usai ngobrol, IKY memberikan bantuan kepada Suciati. Bantuan berupa uang sebesar Rp 500 ribu, beras 25 kilogram, sarimi, telur, peralatan mandi dan kebutuhan lain.

“Bantuan ini sumbangan dari para donatur. Kami hanya menampaikan amanat ini kepada ibu. Semoga bermanfaat,” kata Koordinator Aksi, Eko Prayitno. (aza/asa)

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA