oleh

Bilik Khusus bagi Suhu Badan di Atas 37, 3 Derajat Celcius

BERITA649.COM – Pilkada harus bisa aman dari gangguan kekerasan atau konflik. Juga  tidak menjadi media penularan COVID-19 karena ada potensi kerumunan.

Pesan tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian terkait pilkada 2020  melalui daring dari Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta.

Acara yang disiarkan langsung itu diikuti Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, di Ndalem Ageng, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.

Tito mengatakan masa kampanye sudah selesai 5 Desember lalu. Berdasarkan evaluasi Kemendagri, masih ada pelanggaran peraturan KPU maupun COVID-19.

Kegiatan tatap muka atau dialog terjadi pelanggaran  2,2 persen pelanggar protokol kesehatan dari total tatap muka 13.646.

BACA JUGA: Daripada Tertular, Mending Jaga Diri

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DPKP), Prof Dr Muhammad SIP MSi mengatakan, pengawasan terhadap KPU maupun Bawaslu menjadi penting, terutama menyangkut netralitas.

“Demokrasi yang diawali dari pemilu harus menghasilkan pemimpin berintegritas. Pemimpin  berintegritas dihasilkan dari pemilu yang berintegritas,” kata Muhammad.

Ketua KPU, Arief Budiman mengatakan  telah mengeluarkan surat. Isinya  semua stakeholder agar memperhatikan protokol kesehatan.

Ada 15 item yang disampaikan.  Yakni, pemilih maksimal 500 orang per TPS, penggunaan masker sejak berangkat dari rumah, KPPS harus dalam kondisi sehat, dan pemilih dengan hasil rapid test reaktif harus menjalani swab.

KPU mengatur warga yang akan mencoblos dengan jam kedatangan tertentu, penggunaan sarung tangan, dilakukan cek suhu tubuh, dilarang  berdekatan, menggunakan face shield, desinfeksi TPS, tidak bersalaman, membawa alat tulis sendiri, penggunaan tinta tetes, mencuci tangan sebelum dan sesudah dari TPS, disediakan tisu kering.

“Di masa pandemi ini disediakan bilik khusus bagi pemilih yang bersuhu badan diatas 37,3 celcius,” kata Arief. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA