oleh

Bila Tak Ingin Didekati COVID-19, Laksanakan 3M

YOGYAKARTA – Pandemi virus Corona telah menghadirkan adaptasi kebiasaan baru. Mau tak mau, siap atau tidak siap, harus mematuhi protokol kesehatan bila ingin menjalani hidup dengan sehat.

Itulah yang dijalani  Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) DIY, Deddy Pranowo Eryono sejak kurun waktu tujuh bulan terakhir.

“Protokol kesehatan adalah ikhtiar yang dilakukan agar hidup aman dari virus Corona. Sementara doa adalah menguatkan,” kata Deddy, owner Hotel Ruba Grha yang berlokasi di Jalan Mangkuyudan 1 Mantrijeron, Yogyakarta.

Salah satu menjaga diri dari ancaman tertular virus Corona adalah melaksanakan 3M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Termasuk menghindari kerumunan. Kata Deddy, 3M wajib dilakukan siapa saja pada wabah penularan COVID-19.

BACA JUGA : Indonesia Bermasker, Nyalakan Harapan

Gerakan 3M itu juga mutlak diberlakukan di hotel dan restoran. Artinya, gerakan 3M tidak bisa ditawar-tawar. Harus dilakukan sebagai gaya hidup dari adaptasi kebiasaan baru.

“Dengan 3M, minimal kita sudah bersama-sama mencegah tertular atau menulari yang lain,” kata Deddy.

Selain 3M, adaptasi kebiasaan baru yang mulai banyak dilakukan masyarakat adalah melakukan tes swab dan tes rapid. Pasalnya, banyak kegiatan atau event yang memastikan peserta dalam kondisi bersih dari virus Corona.

Salah satu cara untuk mengetahui adalah melakukan skrening dengan tes rapid. Atau kalau sangat urgen bisa langsung melakukan tes swab.

BACA JUGA : Pelatihan Manajemen Stres di Puskesmas Tegalrejo

“Tapi, banyak yang memilih tes rapid. Karena bila hasilnya nonreaktif sudah bisa menjadi tiket mengikuti acara,” katanya.

Deddy sendiri sudah enam kali melakukan rapid test dalam waktu berbeda. Semua dinyatakan “non reaktif”. Deddy mengatakan tes rapid sebagai syarat memenuhi undangan.

Sementara untuk tes swab, pria berkacamata ini sudah dilakukan dua kali dengan hasil “negatif”. Bahkan, sangat mungkin akan melakukan swab lagi. Juga akan mengikuti rapid test.

“Karena tes swab dan tes rapid telah menjadi adaptasi kebiasaan baru. Kelak bila pandemi virus Corona ini telah berakhir, sudah tidak perlu lagi tes rapid atau tes swab,” katanya. (aza/asa)

 

 

 

 

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA