oleh

Biaya Rapid Test Antigen di Pulau Jawa Rp 250 Ribu

BERITA649.COM – Direktorat Jenderal Pelayanan Masyarakat menetapkan batasan tarif tertinggi pemeriksaan Rapid Test Antigen-Swab sebesar Rp 250 ribu untuk Pulau Jawa, dan Rp 275 ribu untuk luar Pulau Jawa.

Ketetapan tertuang dalam Surat Edaran HK.02.02/I/4611/2020 tanggal 18 Desember 2020. Rapid Test Antigen-Swab merupakan salah satu cara mendeteksi materi genetik atau protein spesifik dari Virus SARS CoV-2.

Tes Antigen – Swab wajib  bagi penduduk yang melakukan perjalanan  dalam negeri dengan masa berlaku selama 14 hari.

Pemeriksaan rapid test antibodi harus dilakukan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi. Berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan, serta menggunakan standar operasional.

BACA JUGA: Doni Monardo Apresiasi Fraksi PKS

Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, Azhar Jaya menyatakan penetapan biaya rapid test antigen melalui pembahasan bersama Kementerian Kesehatan dengan BPKP.

“Tentu saja berdasarkan hasil survei dan analisa pada fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Azhar kepada wartawan di Jakarta (18/12/2020).

Sementara seperti disiarkan Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, Deputi Pengawan Bidang Kemanan dan Pertahanan BPKP, Faisal menyebutkan penetapan batas tarif tertinggi Rapid Tes Antigen-Swab melalui pertimbangan matang.

Prosesnya mulai pengambilan sampel, proses pengolahan sampel hingga pengelolaan limbah medis. Juga diperhitungkan unsur dokter spesialis Patologi, tenaga kesehatan yang melakukan pengambilan swab.

BACA JUGA: Hasil Penelitian, Penyakit Ginjal Berisiko Kematian 13,7 Kali Lipat

Pengolahan maupun tenaga yang membuat surat keterangan, biaya habis pakai seperti reagen, coverall, dan biaya administrasi.

Ia meyakini angka yang ditetapkan sudah efektif, sehingga bisa dijangkau seluruh lapisan masyarakat.

Selanjutnya surat edaran segera dikirimkan kepada seluruh kepala Dinas Kesehatan tingkat provinsi, kota dan kabupaten, direktur Rumah Sakit, ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

Lalu, ketua Asosiasi Klinik Indonesia, ketua Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer Indonesia, ketua Asosisasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, dan ketua Ikatan Laboratorium Klinik Indonesia.

Azhar meminta ketetapan tersebut dapat diikuti seluruh fasilitas pelayanan kesehatan. Juga melakukan pengawasan terhadap fasilitas layanan kesehatan yang melayani Rapid Test Antigen-Swab. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA