oleh

Bersatu Lawan COVID-19 jadi Sistem Perubahan Perilaku

BERITA649.COM – Pemerintah membuat sistem monitoring Bersatu Lawan COVID-19. Sistem ini untuk menekan penularan dan mengendalikan pandemi virus coroa.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan peluang transmisi penularan virus corona dipengaruhi kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan.

“Kami sangat memahami  mengubah perilaku dan mengadaptasi perilaku lain tidak mudah. Namun bukan tidak mungkin,” kata Wiku pada kanal YouTube Sekretariat Presiden (31/12/2020).

Pemerintah telah menerapkan operasi yustisi untuk menegakkan peraturan disiplin protokol kesehatan. Bagi masyarakat yang tidak patuh, akan dijatuhi sanksi.

BACA JUGA: 1.620 Relawan Alami Demam dan Pegal Ringan

Ketentuan tersebut mengacu Instruksi Presiden 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus.

Pemerintah pusat memonitor pelaksanaan pengawasan kepatuhan protokol kesehatan, khususnya di titik-titik rawan keramaian.  Antara lain tempat ibadah, tempat olah raga publik, restoran atau kedai, warung, tempat wisata, pasar tradisional dan mal.

Pemerintah menggunakan sistem monitoring BLC untuk mengawasi kepatuhan.  Sistem ini dilaksanakan melalui pengawasan yang dilakukan para partisipan, mulai anggota TNI/Polri/Satpol-PP, relawan dan petugas Satuan Tugas COVID-19 daerah.

Wiku mengingatkan penyumbang kasus positif COVID-19 berasal dari kota-kota besar di pulau Jawa. Karena itu, peningkatan kasus di kota-kota besar di Pulau Jawa harus bisa dikendalikan.

“Sehingga kondisi kasus COVID-19 secara nasional dapat menurun dengan drastis. Ini akan membawa manfaat bagi produktivitas masyarakat kembali seperti semula,” katanya.

Wiku meminta pimpinan daerah serius menangani perkembangan kasus COVID-19 di daerahnya. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA