oleh

Belum Semua Mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

BERITA649.COM – Tidak semua orang mengizinkan anaknya diimunisasi. Penolakan tersebut karena pengaruh  minimnya informasi mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Peran media untuk mengedukasi masyarakat sangat kuat,” kata Direktur RSUD Saiful Anwar Malang yang juga Ketua Tim Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, Dr dr Kohar Hari Santoso  pada dialog bertema “Belajar dari Sukses Vaksin MR di Jawa Timur dan Peran Media dalam Vaksinasi” (17/11/2020).

Masyarakat harus mendapatkan penjelasan yang cukup mengenai KIPI yang bisa terjadi dan diatasi dengan mudah.

Satgas Penanganan COVID-19 Jawa Timur telah menyiapkan  tim, ahli, dan para dokter untuk antisipasi bila terjadi KIPI.

Dokter Kohar menyatakan, KIPI bukan situasi yang menakutkan. Biasanya bersifat ringan. Namun, pencegahan mengurangi risiko kejadian tetap harus dilakukan.

BACA JUGA: Kenaikan UMK Tertinggi Kota Yogyakarta

Wahyoe Boediwardhana, jurnalis yang terlibat dalam Imunisasi MR di Jawa Timur tahun 2017 mengatakan, mengenalkan imunisasi kepada masyarakat tidak bisa dilakukan satu atau dua media.

Harus kolaborasi.  Kolaborasi itu  bisa menyampaikan pentingnya imunisasi dan vaksin bagi masyarakat.

“Karakter masyarakat  Jawa Timur yang beragam jadi tantangan tersendiri dalam mengedukasi masyarakat, terutama mengikis informasi hoax seputar vaksin MR saat itu,” terang Wahyoe.

Wahyoe lantas membentuk komunitas Jurnalis Sahabat Anak. Perkumpulan ini membantu mengedukasi masyarakat menyampaikan informasi positif terkait kesehatan anak.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk mengedukasi tentang vaksinasi adalah membanjiri masyarakat dengan informasi positif. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA