oleh

Belum Ada Bukti Abu Vulkanik Matikan Covid-19

YOGYAKARTA – Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida meminta masyakarat mengantisipasi bahaya abu vulkanik jika terjadi hujan abu. Berdasarkan WHO, sampai saat ini belum ada bukti abu vulkanik bisa menghancurkan atau mematikan virus Covid-19.

Abu vulkanik dapat membahayakan masalah kesehatan. Yakni, pernapasan, masalah mata, iritasi kulit, iritasi hidung dan tenggorokan, batuk, penyakit seperti bronkitis, dan ketidak-nyamanan saat bernapas. Karena itu, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 harus tetap dilakukan dengan melaksanakan penjarakan fisik.

“Tetap ikuti arahan pemerintah tentang tatacara pencegahan penyebaran Covid-19,” pinta Hanik kepada dalam siaran pers, hari ini (10/4/2020),

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan beraktivitas seperti biasa. Selalu mengikuti informasi dari sumber yang terpercaya  melalui radio komunikasi, telepon, media sosial BPPTKG, dan aplikasi MAGMA Indonesia.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA