oleh

Belajar Tatap Muka, Ponpes Ini Nihil Pasien COVID-19

JAKARTA –  Pembatasan akses keluar masuk dengan sistem satu pintu, ditambah penegakan sanksi tegas terhadap pelanggar protokol kesehatan jadi kunci keberhasilan  Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta memutus penularan wabah COVID-19.

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr KH Sofwan Manaf MSi menyebutkan, tujuh belas pondok pesantren yang dikelola sudah melakukan belajar tatap muka. Dua pesantren di Jakarta dan Bogor masih belajar daring.

Seluruh Pondok Pesantren Darunnajah menampung 13.500 santri. Dalam talkshow “Sosialisasi Iman, Aman, dan Imun Hadapi COVID-19” di Media Center Satgas Penanganan COVID-19 Graha BNPB Jakarta, hari ini (16/10/2020),  Kyai Sofwan mengungkapkan hanya satu kampus yang terpapar COVID-19 melalui seorang santri.

BACA JUGA : Masyarakat Perlu Edukasi Gerakan 3M

Virus corona diduga tertular dari keluarga. Namun, Tim Satgas Ponpes Darunnajah segera melakukan tindakan dengan membawa anak tersebut melakukan tes swab. Sementara seluruh santri menjalani rapid test.

Keberhasilan menekan penyebaran virus di pesantren dengan menerapkan satu pintu masuk atau yang disebut “one gate system”.

Satgas Pondok Pesantren Darunnajah juga menegakkan peraturan lain. Santri wajib melakukan isolasi mandiri sebelum berbaur dengan santri lain. Santri, guru, dan pengelola wajib memakai masker. Siapapun yang tepergok tanpa masker didenda Rp 250.000.

“Memang mengubah perilaku dari tak siap menjadi siap itu harus dipaksa,” kata Kyai Sofwan.

BACA JUGA: Protokol Kesehatan di Malioboro Harus jadi Prioritas

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan COVID-19, Dr Sonny Harry D Harmadi mengatakan pesantren menjadi ujung tombak mensosialisasikan perubahan perilaku.

Kata Sonny, Pondok Pesantren Darunnajah bisa menjadi contoh bagi pondok pesantren lain di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan, perubahan perilaku paling penting mengantisipasi penyebaran virus corona. Karena penularan virus ini dari manusia masuk melalui mata, hidung, dan mulut.

“Perubahan perilaku ini menjadi penting. Pakai masker, jaga jarak dan menghindari kerumunan, serta cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir upaya efektif menangkal COVID-19,” kata Prof Wiku. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA