oleh

Pilih Belajar Offline atau Tatap Muka? Ini Jawaban Siswa

YOGYAKARTA – Belajar offline direspon beragam para pelajar di Yogyakarta. Ada yang menyambut gembira, ada yang tidak setuju.

Hamzah yang akrab disapa Aat, misalnya. Siswa kelas 7 ini berpendapat sekolah tatap muka mengasyikkan, karena bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan guru.

“Kalau pas pelajaran online bareng-bareng,  jaringannya putus, pulsa habis. Nggak enak jadinya,” ujar Aat.

BACA JUGA : Deklarasi NoTo Berlangsung Meriah, Ketua PKS Bantul Tak Hadir

Kata Aat, penjelasan guru yang terbatas pada pengajaran online adalah yang paling dirasakan. Dia tidak bisa menanyakan langsung karena waktu terbatas. Pertanyaan pun harus antri.

Hammam, siswa kelas 7 mengaku lebih enak belajar offline di rumah. Pertimbangannya, belajar di rumah lebih santai meskipun ada berbagai kendala.

“Saya sih enak belajar di rumah, pakai hape, belajarnya santai, bisa sambil makan. Kalau gak tau bisa cari di google,” katanya enteng.

BACA JUGA : Hamdan Maju jadi Cabup Bantul, Sebut Baru Calon dari PDIP yang Fiks

Galang, siswa kelas enam SD mengaku nyaman dengan belajar offline terbatas. Sesuai ketentuan sekolahnya, satu kelas dibagi empat kelompok.

Terdiri 7-8 anak per kelompok. Tempat belajarnya di anggota kelompok yang memiliki ruangan memadai. Sedangkan tatap muka satu minggu satu kali.

“Kami ketemu guru hanya satu kali setiap Jumat. Enak begini,” ujarnya.

BACA JUGA : Lomba Desain Logo BOB, Disediakan Hadiah Rp 37 Juta

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang lembaga pendidikan di zona hijau boleh mengadakan belajar tatap muka.

Dengan catatan mendapat izin dari pemerintah daerah, Gugus Tugas Covid-19, persetujuan kepala sekolah, dan persetujuan  komite sekolah sekaligus orangtua siswa.

Di perguruan tinggi, wacana kuliah offline juga menjadi diskusi menarik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), misalnya.

BACA JUGA : KETUA PHRI DIY: Hotel dan Restoran dalam Kondisi SOS

Wacana itu tercermin dari hasil polling terhadap mahasiswa. Saat ini, terdapat 20.761 mahasiswa yang kuliah di 8 fakultas, program vokasi dan program pascasarjana.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr Ir Sukamta MT menyebutkan hasil survei menunjukkan mayoritas mahasiswa lebih nyaman kuliah offline.

BACA JUGA : Pejabat Ini Bilang, Pelayanan Harus Terus Disempurnakan

Hasil polling sebanyak 65 persen mahasiswa menyatakan kuliah offline lebih efektif, sementara 35 persen mahasiswa memilih online.

“Tim Covid-19 UMY telah bertemu Satgas Gugus Tugas Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta. Gugus tugas bersedia memberi surat rekomendasi agar UMY melaksanakan kuliah offline,” kata Rektor UMY, Gunawan Budiyanto. (#)

penulis: Mukhijab | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA