oleh

Barak Pengungsian Harus Bersih dari Virus Corona

BERITA649.COM – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD DIY, Amir Syarifuddin mengajak semua pihak tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Santai boleh. Namun tetap jangan abai. Pandemi COVID-19  belum selesai,” kata Amir kepada BERITA649.COM, sore ini (12/11/2020).

Politisi yang juga ketua DPD PKS Bantul ini mengatakan, masyarakat harus tetap menjaga diri dan menjaga orang lain.

Salin menjaga diri agar tidak terkena virus corona. Amir lantas menyinggung dibukanya barak pengungsian di Glagaharjo, Cangkringan, Sleman.

BACA JUGA: Jemaah Umrah Belum Bisa Langsung Pulang Rumah

Amir memberi atensi terhadap gerak cepat pemerintah daerah menyikapi kenaikan status aktivitas Gunung Merapi menjadi “siaga” sejak 5 November lalu.

Hanya, Amir tetap meminta pemerintah DIY dan Pemkab Sleman memperhatikan kondisi kesehatan para pengungsi.

“Saya setuju dengan Pak Gubernur yang meminta agar diperhatikan protokol kesehatan di lingkungan barak pengungsian,” ujarnya.

Seperti diberitakan, Gubernur Sultan HB X meminta agar lingkungan barak memperhatikan  protokol kesehatan pencegahan penularan virus corona.

Sultan mengingatkan jangan sampai muncul masalah baru di pengungsian.  Raja Kraton Yogyakarta ini juga meminta  setiap lokasi pengungsian harus ada satu ruangan khusus yang dikosongkan untuk keperluan karantina.

“Hal ini untuk mengantisipasi kalau ada warga yang terpapar COVID-19,” kata Sultan memberi alasan.

BACA JUGA:Menonton Anggrek dan Aglonema di Tengah Pandemi

Senada dengan Sultan, Amir meminta kondisi kesehatan masyarakat harus terus dijaga selama berada di barak pengungsian. Saling kerjasama menjaga pengungsi terhindar dari penularan COVID-19.

Itulah sebabnya, penjagaan kepada siapa saja yang keluar masuk barak harus dilakukan. Terutama pengecekan suhu badan, kondisi kesehatan pengungsi, termasuk para petugas.

“Kesehatan teman-teman relawan yang membantu di barak pengungsian juga harus diperhatikan. Misalnya tes rapid secara periodik,” katanya memberi alasan.

Bahkan bila perlu, Amir mendorong Pemda DIY menggarkan pembelian mobil Polymerase Chain Reaktion (PCR) untuk disiagakan di lokasi barak pengungsian. (aza/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA