oleh

Bank BPD DIY Sosialisasi KUR Mikro dan Retail

YOGYAKARTA – Bank BPD DIY meyelenggarakan  sosialisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi warga Muhammadiyah dan Nadhatul Ulama. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Pusat bank BPD DIY  (4/8/2020).

Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad  dalam sambutannya mengatakan  penyaluran KUR sebagai pembiayaan modal kerja.

Juga sebagai investasi bagi calon debitur yang usahanya layak dan produktif, namun belum memiliki agunan tambahan atau agunan tambahan yang belum cukup.

“Program ini berdasarkan surat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor: B/KUR/170/D.I.M.EKON/7/2020,” kata Santoso Rohmad.

Surat tersebut menerangkan PT Bank BPD DIY diberi kewenangan Kementrian Bidang Perekonomian menyalurkan Kredit Usaha Rakyat  kepada warga Muhammadiyah dan NU di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui program ini, pemerintah memberi insentif berupa pembebasan subsidi bunga. Tambahan subsidi 6 persen untuk 3 bulan pertama, 3 persen untuk 3 bulan berikutnya.

Santoso mengatakan, pemberian tambahan subsidi  sebagai langkah pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Pemerintah  mendukung pelaku usaha mendongkrak pendapatan.

Syarat  bisa mendapatkan subsidi tambahan  memiliki usaha antara lain sektor pertanian, perikanan, industri pengolahan, konstruksi, jasa pendidikan, telekomuniasi, real estate, dan jasa kesehatan.

Ada dua jenis KUR yang dilayani. Yakni mikro dan retail.  Program mikro maksimal pinjaman Rp 50 juta dengan maksimal penikmatan hingga Rp 200 juta. Sedangkan KUR retail, besar pinjaman maksimal Rp 500 juta. (#)

penulis: asa | editor: sauki adham

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA