oleh

Banjir Wisatawan tanpa Satgas COVID-19

BERITA649.COM – Sejak Jumat hingga Minggu malam (15/11/2020),  bus-bus pariwisata masuk ke Kota Yogyakarta.

Puluhan bus membawa wisatawan domestik dari berbagai kota di Pulau Jawa pada masa pandemi COVID-19.

Salah satu lokasi yang disinggahi bus-bus berukuran sedang maupun besar adalah Terminal Bus Wisata Ngabean.

“Sejak Sabtu, wisatawan membludak. Penuh,” terang Hamam Romas, operator armada wisata “Si Thole” kepada BERITA649.COM, hari ini (15/11/2020).

BACA JUGA: Gerakan Menghadapi Pandemi jadi Tema Milad Muhammadiyah

Hamam bersyukur dengan kedatangan bus-bus wisatawan lokal. Pasalnya, armada “Si Thole” yang selama tujuh bulan lebih berada di pool, mulai beroperasi lagi.

“Tapi, saya merasa ada yang kurang lengkap,” sambungnya.

Ia menyaksikan bus-bus wisata yang tidak mengikuti  protokol kesehatan. Nyaris tidak ada kursi lowong dalam bus wisata.

Semua terisi penumpang. Setelah turun dari bus, mereka memanfaatkan armada “Si Thole” untuk membawa ke sejumlah lokasi wisata dalam kota Yogyakarta.

Wisatawan domestik yang kebanyakan anak-anak muda ini menolak diberlakukan kuota saat menumpang “Si Thole”.

BACA JUGA: Aktivitas Merapi Bisa Dipantau Langsung di YouTube

Mereka ingin masuk semua dalam armada dengan keberangkatan yang sama. Akibatnya, semua kursi penuh.

Hamam menegaskan manajemen “Si Thole” memberlakukan protokol kesehatan bagi semua penumpang.

Membatasi jumlah penumpang. Tapi, praktiknya tak mudah dilakukan di lapangan.

Bahkan, kru “Si Thole” sempat berdebat dengan wisatawan. Mereka mengatakan di kampungnya tidak ada COVID-19.

BACA JUGA: Memberdayakan Masyarakat Pasca COVID-19 dengan Inovasi Teknologi

“Yang ada COVID-19  hanya di Jogja. Kami semua sehat-sehat saja,” ujar Hamam menirukan jawaban wisatawan.

Apa boleh buat. Manajemen “Si Thole” terpaksa “melupakan” protokol kesehatan jagak jarak. Semua wisatawan diangkut tanpa jaga jarak.

Terkait kejadian tersebut, Hamam meminta Pemkot Yogyakarta menurunkan tim atau personil Satgas COVID-19 di tempat keberangkatan “Si Thole”.

Karena sampai hari ini tidak terlihat personil Satgas COVID-19 di kawasan Terminal Parkir Bus Wisata “Ngabean.

“Padahal, personil dibutuhkan untuk mengedukasi wisatawan agar menerapkan protokol kesehatan,” kata Hamam memberi alasan. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA