oleh

Bagi Eks Kombatan, Pandemi COVID-19 Bukan Ancaman

BERITA649.COM – Peneliti senior PSKP UGM, Dr Arifah Rachmawati mengatakan pandemi COVID-19 mempersulit perempuan eks kombatan di Aceh.

Padahal mereka selama ini belum selesai dengan problem konflik masa lalu. Sehingga wabah COVID-19 menambah persoalan.

“Pandemi di daerah pasca konflik menambah persoalan semakin berlapis-lapis,” kata Arifah  pada webinar bertema “Perempuan, Pandemi dan Perubahan Sosial di Wilayah Pasca Konflik.

Webinar diselenggarakan Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian UGM. Kata Arifah, perempuan eks kombatan Aceh masih tidak percaya bahaya ancaman pandemi COVID-19.

BACA JUGA: Butuh Kolaborasi Total Hadapi COVID-19

Bagi perempuan eks kombatan Aceh, ancaman adalah situasi saat mereka berhadapan dengan peristiwa akan dibunuh, diperkosa, disiksa dan lain-lain.

Itulah sebabnya, menjadikan pandemi COVID-19 bukan ancaman yang nyata.

“Ingatan mereka pada konflik masa lalu masih kuat. Susah bagi mereka menyebut COVID-19 sebagai ancaman,” ujarnya seperti dilansir ugm.ac.id (13/11/2020).

Penolakan terhadap COVID-19 menjadi blamming terhadap konflik yang tidak pernah selesai bagi perempuan Aceh.  Secara teori,  pada masa pandemi COVID-19 yang sebenarnya  terjadi adalah bounded agency. (aza/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA