oleh

Badan POM Tunggu Hasil Uji Klinik

BERITA649.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) sedang menunggu hasil uji klinik vaksin COVID-19 yang dilakukan tim peneliti bersama Universitas Padjadjaran.

Kepala Badan POM,  Dr Ir Penny K Lukito MCP mengatakan BPOM sedang berproses untuk observasi. Hasil observasi melihat aspek keamanan, terutama efektivitas vaksin.

“Periodenya 1 bulan, 3 bulan, dan 6 bulan. Hasil evaluasi  yang jadi dasar  menentukan Emergency Use Authorization (EUA). Untuk EUA efikasi boleh cukup 50 persen, dan vaksin 70 persen,” kata Penny  di Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (17/12/2020).

Badan POM mengikuti standar internasional dalam menentukan keamanan dan evektivitas vaksin. Referensinya adalah WHO.

BACA JUGA: Hoaks, Minum Minyak Kayu Putih Sembuhkan COVID-19

Itulah sebabnya Badan POM sudah inspeksi bersama tim MUI untuk audit halal.  Bersama Bio Farma dan Kementerian Kesehatan sudah melakukan inspeksi di Cina.

Tentang mutu sudah memenuhi aspek cara produksi obat yang baik.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada efek samping yang kritikal,” jelasnya.

Aspek keamanan vaksin COVID-19 sudah baik. Sedangkan aspek efektivitas masih menunggu.  Standarnya harus mencapai angka efektivitas. Sehingga bisa dikatakan vaksin itu efektif dari segi meningkatkan antibodi.

Penny meyakini pemerintah hanya memberi vaksin yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Masyarakat harus menunggu, sehingga bisa mendapatkan data yang cukup.

Badan POM hanya akan memberikan EUA bila data yang dikaitkan dengan keamanan, mutu, dan khasiat sudah lengkap. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA