oleh

Antisipasi Pemudik, Pemkot Yogyakarta Buka Tempat Karantina

Sejak seminggu lalu, Pemerintah Kota Yogyakarta telah menyiapkan lokasi untuk isolasi bagi pemudik yang pulang kampung halaman. Tapi, tidak semua pemudik bisa menjalani masa karantina selama dua minggu di tempat ini. Begini penjelasannya.

——————

WAKIL Walikota sekaligus Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, dibukanya lokasi karantina adalah upaya Pemkot Yogyakarta menekan penyebaran virus Corona. Tempat karantina yang dipilih adalah bangunan berukuran besar yang berlokasi di Jalan Veteran.

“Kami menggunakan Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial  (BBDKS) untuk menampung pemudik yang harus dikarantina karena berstatus orang dalam pemantauan (ODP),” terang Heroe kepada Berita649.Com.

Balai ini memiliki daya tampung 50 tempat tidur. Namun, Heroe mengatakan, tidak semua pemudik berstatus ODP bisa dikaratina di tempat ini. Pemkot Yogyakarta memberlakukan persyaratan bagi pemudik yang akan menginap selama dua minggu di BBDKS.

Antara lain, kondisi rumah pemudik yang tidak memungkinkan jadi tempat karantina. Misalnya rumah hanya terdapat satu kamar. Calon penghuni juga harus menyerahkan surat pengantar dari RT, RW dan kelurahan yang diketahui camat setempat.

“Antara lain itu syaratnya. Tapi, saya memohon. Sebaiknya warga Yogyakarta  yang selama ini berada di luar DIY libur mudik dulu saja. Ditunda hingga situasinya normal dan memungkinkan untuk pulang kampung,” saran Heroe.

Seperti Provinsi DIY, Pemkot Yogyakarta juga tidak melarang pemudik pulang kampung halaman pada bulan puasa atau jelang Lebaran. Karena kepulangan pemudik berkumpul bersama keluarga adalah hak warga negara.

Namun, karena situasi sekarang tidak memungkinkan, rencana mudik bisa dijadwal ulang. Pemudik akan menghabiskan waktu selama 14 hari untuk menyelesaikan karantina. Nanti ketika balik ke tempat pekerjaan, juga kembali dikarantina.

“Jadi sangat melelahkan. Waktunya habis untu menyelesaikan masa karantina.  Itulah sebabnya, kami meminta pemudi tetap sabar menahan untuk pulang,” pinta Heroe.

Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta Agus Sudrajat mengatakan, sampai saat ini enam orang sedang menjalani masa karantina di Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial. Mereka adalah orang dalam pemantauan (ODP) yang bertolak dari Jakarta dan Bekasi.

Usianya antara 18 tahun hingga 45 tahun. Kata Agus, kesehatan enam orang dalam kondisi baik. Agus mengajak para pemudik menahan dulu rencana pulang ke kampung halaman.

“Dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekatang, mari kita bersama sama tepo roso, telo seliro. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberi keselamatan kepada kita semua terhindari dari virus Corona. Aamiin,” kata Agus.

PROTAP: Petugas cek suhu pemudik yang gunakan angkutan bus. (istimewa)

Terpisah, Ketua RW 6 Kelurahan Notoprajan Mulyono menyambut positif gagasan Pemkot Yogyakarta mengoperasikan aplikasi daring. Mulyono mengatakan, aplikasi tersebut sangat bermanfaat.

“Kami bisa memantau langsung  perkembangan kedatangan pemudik. Kami  terus berkomunikasi dengan kecamatan dan keluarahan,” kata Mulyono.

Di RW 6 Notoprajan belum ada kedatangan pemudik, maupun pendatang dari  luar DIY. Mulyono mengatakan pendatang dan pemudik wajib melakukan karantina mandiri dan periksa kesehatan ke Puskesmas.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA