oleh

Anak Muda Paling Banyak Langgar Protokol Kesehatan

YOGYAKARTA – Menekan terjadinya penularan virus Corona, Pemkot Yogyakarta memperbanyak melakukan operasi yustisi. Operasi melibatkan Polisi, TNI dan Satpol PP Kota Yogyakarta dan tambahan personil dari Sapol DIY.

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi memastikan operasi yustisi akan dilakukan secara terus menerus. Tujuannya memberi efek jera kepada masyarakat yang tidak tertib protokol kesehatan.

“Petugas langsung menindak  warga atau pelaku usaha yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Jika masih ngeyel ditindak berupa sangsi sosial sampai denda,” kata Heroe Poerwadi kepada BERITA649.com, malam ini (4/10/2020).

BACA JUGA : Kunci Stop Sebaran Virus adalah Tracing dan Blocking

Sasaran operasi yustisi adalah tempat keramaian. Bukan hanya Tugu Pal Putih, kawasan Malioboro, Titik Nol dan Alun alun Utara. Tapi juga tempat-tempat lain yang sering ditemui terjadi kerumunan massa.

Heroe mengatakan, operasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan protokol kesehatan. Mulai  tertib pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan menghindari kerumunan. Sampai hari ini, operasi yustisi sudah menindak 589 orang.

“Sebagian besar anak-anak muda. Kebanyakan tidak pakai masker,” kata Heroe.

Padahal Pemkot Yogyakarta bersama pihak swasta telah menggelontorkan sedikitnya 2,4 juta lembar masker. Kebanyakan berupa masker kain. Dari jumlah itu,  setiap warga Kota Yogyakarta mendapatkan 4-5 masker.  (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA