oleh

AMSI Jaga Ekosistem Digital Lebih Fair bagi Media Online

BERITA649.COM – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2021. Rakernas yang dihadiri 65 peserta  untuk merumuskan program kerja organisasi selama setahun ke depan.

Rakernas yang berlangsung virtual diikuti 21 AMSI wilayah, Pengurus Nasional AMSI, Majelis Etik serta Badan Pertimbangan dan Pengawasan Organisasi.

Rakernas membahas pembenahan internal organisasi agar lebih profesional. Juga membahas kondisi eksternal untuk mendorong ekosistem digital yang lebih sehat.

“Lanskap media saat ini lebih rumit. Sisi bisnis dan distribusi menjadi komoditi terbesar yang tidak seluruhnya dikuasai oleh media. Tapi, menjadi ceruk bisnis bagi platform,” kata Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut.

BACA JUGA: Sri Purnomo Sebut Vaksin Bukan Obat, Warga Diminta Jaga Prokes

Wenseslaus yang juga Chief Content Officer Kapan Lagi Youniverse ini menyatakan AMSI harus membantu menjaga agar ekosistem digital lebih fair untuk media online.

Sekjen AMSI Wahyu Dhyatmika menambahkan sinkronisasi kondisi eksternal dan internal AMSI Pusat dan wilayah penting dilakukan untuk membangun persepsi yang sama antara pengurus pusat dan wilayah.

“Agar terbangun persepsi searah dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ingin dicapai,” ujar Wahyu, Pemimpin Redaksi Majalah Tempo.

Perwakilan Majelis Etik, Yosep Adi Prasetyo mendorong AMSI mengubah cara berpikir sebagai organisasi perusahaan pers.

AMSI perlu mengubah cara berpikir dari wartawan menjadi cara berpikir pebisnis untuk kesejahteraan pers. Karena itu, diperlukan panduan dan prinsip etika bisnis perusahaan-perusahaan media siber.

Mantan ketua Dewan Pers ini mengatakan panduan tidak hanya berisi nilai. Tapi juga mencakup kebijakan, etika dan prinsip bisnis anggota AMSI serta sanksi.

BACA JUGA: Pegawai Puskesmas Dilarang Mampir Belanja

AMSI perlu panduan dan prinsip etika nisnis yang mempertajam etika AMSI sebagai asosiasi perusahaan pers.

“Pada dasarnya AMSI adalah organisasi non profit. Namun juga perlu meluaskan misi agar profitable,” ujarnya.

Perwakilan Badan Pertimbangan dan Pengawas AMSI,  I’in Yumiyanti mengatakan AMSI perlu melakukan inisiatif baru sebagai rintisan untuk memperkuat organisasi.

Langkah strategis tersebut penting untuk membantu anggota agar survive dari krisis akibat pandemi COVID-19. Tetap menjalankan marwah pers yang independen serta dapat dipercaya publik.

I’in mengingatkan penguatan kapasitas anggota mencakup segi editorial, cek fakta, dan bisnis. Ini perlu dimplementasikan sampai wilayah, agar tercapai pemerataan kualitas media dan keberlangsungan bisnis media anggota AMSI.

Program eksisting Cek Fakta AMSI menjadi brand “member Cek Fakta AMSI”. Sehingga ke depan menjadi kuat sebagai “jaminan mutu” anggota AMSI.

Kata I’in, AMSI perlu memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan dan persoalan penting wartawan.

“Meskipun AMSI beranggotakan perusahaan pers bukan beranggotakan wartawan, perlu diingat wartawan merupakan pilar utama pers,” kata I’in yang juga wakil direktur Detiknetwork.

Rakernas yang berlangsung selama 9 jam  merumuskan langkah-langkah strategis organisasi untuk penguatan internal dan eksternal organisasi.

Tim Internews membantu proses persiapan. Erwien Djayoesman (M&E Specialist) dan Firmansyah Syamsi (Media Engagement Specialist) menjadi fasilitator utama rakernas. (*/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA