oleh

Agama yang akan Memberi Jalan Keluar

Oleh: Drs HM Afnan Hadikusumo

KETIKA pandemi corona virus melanda dunia, memiliki dampak yang luar biasa di semua sektor terutama sektor perekonomian dunia begitu juga di Indonesia pada tahun ini. Pandemi ini mampu  mengguncang bisnis di sektor riil dan menimbulkan gejolak pasar keuangan.

Bagi pelaku usaha di sektor riil, pandemi covid-19 menimbulkan berbagai macam implikasi, yakni: 1) Sulitnya pemasaran; 2) Sulitnya bahan baku; dan 3) Ancaman PHK.

Sulitnya pemasaran ini disebabkan oleh menurunnya daya beli masyarakat efeknya pendapatan usaha UMKM sehingga mereka kesulitan untuk membayar biaya-biaya dan gaji atau honor pekerja.

AFNAN HADIKUSUMO

Kesulitan bahan baku ini terutama bahan baku yang berasal dari impor, seperti dari negara China, dan negara-negara lain yang juga terpapar Corona. Sebab proses yang dibutuhkan industri untuk memesan hingga membayar bahan baku dan barang modal setidaknya memakan waktu dua sampai tiga bulan.

Sehingga bisa dibayangkan, jika negara-negara produsen bahan baku itupun mengalami lockdown, maka pengiriman bahan baku menjadi tidak sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan. Akibatnya ribuan tenaga kerja terancam PHK lantaran banyak pemilik perusahaan mengaku sudah tidak punya uang untuk memberikan upah.

Pertanyaannya adalah, dalam kondisi terhimpit apakah para pelaku usaha kenudian berputus asa? Atau malah dapat membuat peluang usaha baru?

Allah Ta’ala menciptakan dunia ini sebagai tempat ujian, tidak satu sisi dibelahan dunia yang dihuni manusia tanpa adanya ujian. Baik yang tidak beriman maupun yang beriman mendapatkan kadar yang sama dalam menerima ujian. Orang beriman semakin bertambah keimanannya semakin berat pula ujian yang diterimanya.

Ada cerita dari teman saya sewaktu SMP dulu, saya memanggilnya mbak Nining. Dia mempunyai usaha di Jakarta yakni sebagai motivator, mempunyai café, sekaligus bisnis minuman sari buah segar. Akibat Corona-19, Cafe miliknya di Sarinah tutup. Orderan minuman sari buah dari perusahaan-perusahaan juga tidak ada, pelatihan motivasi juga kosong karena karyawannya Work From Home.

Menurut penuturannya, sangat berat untuk mem-PHK karyawannya karena baginya “karyawan telah bekerja keras untuk menghidupi perusahaan” sehingga sudah dianggap keluarga sendiri. Dia mutar otak untuk memenuhi gaji karyawannya, akhirnya ketemulah ide untuk beralih usaha bisnis jamu  yang diberi nama RAMONA singkatan dari (Ramuan Mencegah Corona).

Sebenarnya membuat jamu adalah kebiasan yang dilakukannya sejak lama tujuannya untuk dikonsumsi sendiri, tapi ternyata banyak teman-temannya yang tertarik dan pesan jamu apalagi di tengah wabah corona ini pesanan makin banyak alasannya untuk mencegah corona. Pelanggan lainnya adalah Deputi salah sebuah kementerian, yang penginnya jamunya encer dan siap minum per orang satu botol ukuran 250 ml.

Masih menurutnya, kondisi pandemi begini, pengusaha musti berani kerja keras dan memutar otak agar tetap bisa menghidupi karyawan, meski mereka gak kerja, tinggal di kampung masing-masing. Dia sadar bahwa ‘hidup itu bagaikan roda’ kadang diatas, kadang dibawah.

Ini salah satu contoh inovasi bisnis yang dilakukan oleh seorang pengusaha UMKM untuk tetap survive di tengah  merebaknya wabah corona. Sebenarnya ada banyak unit usaha yang bisa melakukan hal yang sama, misalnya saja : Pelaku usaha kuliner bisa tetap memproduksi makanannya dengan konsumen warga yang membutuhkan dengan model delivery order via ojol.

Driver ojol dapat membantu warga yang stay at home ataupun work from home. Mereka menjadi pelaku distribusi makanan dan barang ketika mendesak. Namun, harus diperhatikan pula kesehatan dan tingkat kesterilan para driver-nya untuk menjamin pula kesehatan dan keamanan konsumen.

Para pelaku usaha konveksi, ini dapat memproduksi sarana kesehatan seperti masker kain (bahan baku standar kesehatan dengan dukungan Pemerintah), Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis dan kesehatan (yang juga dengan bahan baku standar dukungan Pemerintah), dan sebagainya.

Di tengah ujian melalui wabah ini pasti ada jalan agar tetap survive. Kita semua masih ingat ajaran agama, bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan.

*) Penulis adalah Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil DIY

*) Artikel ini juga dimuat di arbaswedan.id

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA