oleh

95 Persen Dampak Vaksin Bersifat Ringan

BERITA649.COM – Topik vaksin COVID-19 sedang jadi pembicaraan di masyarakat. Ada yang tidak tertarik, ada pula yang penasaran dengan vaksin yang sedang dalam proses uji klinik.

Betulkah ada efek samping dari vaksinasi? Adalah Dokter Dirga S yang membenarkan pemberian vaksin memberi efek samping.

“Betul. Hampir semua vaksin memiliki efek samping,” kata Dirga dalam obrolan singkat yang disiarkan Satgas Penanganan COVID-19 dan Kementrian Kominfo (3/11/2020).

Dirga mencontohkan konsumsi nasi yang berlebihan. Bisa saja memunculkan penyakit diabetes. Begitu pula dampak vaksin.

BACA JUGA: Sempat Curhat soal Rasa Kering Tanpa Penonton

Berdasarkan penelitian, sebanyak 95 persen efek samping penggunaan vaksin bersifat ringan. Reaksi lokal berupa nyeri karena bekas suntikan.

Atau terjadi demam pasca pemberian vaksin. Namun, Dirga mengatakan demam setelah pemberian vaksin tidak perlu dikhawatirkan.

“Itu tanda vaksin bekerja. Demam terjadi paling lama 48 jam,” terangnya.

Ada dua jenis vaksin. Pertama, vaksin hidup. Vaksin ini mengandung bakteri yang dilemahkan.

BACA JUGA: Pilkada Berpotensi Tingkatkan Transmisi COVID-19

Kedua, vaksin mati. Vaksin ini mengandung bakteri atau virus. Kedua jenis virus ini bersifat aman.

Efek samping bersifat ringan. Penanganan juga tidak terlalu istimewa. Jikapun ada nyeri, nanti akan hilang dengan sendirinya.

Kata Dirga, demam sebagai efek samping adalah tanda vaksin berhasil memicu sistem kekebalan tubuh. Vaksin dipastikan aman dan ampuh sejak proses pengembangan.

Vaksin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada efek samping yang ditimbulkan. (ad/asa)

 

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA