oleh

88 Persen UMKM Kehabisan Tabungan

BERITA649.COM –  Banyak UMKM yang mampu bertahan pada pandemi COVID-19.  Bahkan penjualannya meningkat karena terhubung dengan ekosistem digital.

“Namun baru sekitar 11 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital,” kata Putri Tanjung, penggagas Pahlawan Digital UMKM pada dialog produktif bertema Pahlawan Digital Pendukung UMKM di Jakarta, hari ini (11/11/2020).

Berdasarkan data BPS bulan September 2020, sebanyak 45 persen pelaku UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan akibat pandemi virus corona.

Sementara  survei Asian Development Bank (ADB) menyebutkan 88 persen usaha mikro kehabisan  tabungan. Lebih dari 60 persen UMKM mengurangi tenaga kerja.

BACA JUGA: KRISIS MERAPI: Terjadi Guguran Sejauh 700 Meter ke Kali Senowo

“Karena itu sangat penting bagi usaha mikro agar diintervensi  dengan literasi keuangan,”  kata Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari.

Kemenkop UKM memiliki strategi pengembangan digitalisasi UMKM dalam 4 tahap. Pertama, meningkatkan sumber daya manusia. Kedua,  intervensi perbaikan proses bisnis.

Ketiga, perluasan akses pasar. Kemenkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar pelaku UMKM bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Keempat,  glorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM. Pahlawan lokal pelaku UMKM syaratnya adalah pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, mampu mengagregasi usaha mikro dan kecil memanfaatkan platform digital.

BACA JUGA: Kesaksian Afnan Hadikusumo, Rekomendasi DPD RI Diabaikan

Salah satu inovator pahlawan Digital UMKM adalah Credibook. Credibook adalah layanan digital yang bergerak pada bidang pencatatan keuangan.

Credibook masuk melalui layanan pencatatan keuangan. Fokusnya menyelesaikan  utang-piutang  yang kerap dialami pengusaha UMKM.

Turunan produk ini bergerak pada pembayaran digital, terutama pada sisi pembayaran tagihan.

“Kami juga bekerja sama dengan beberapa lembaga untuk membantu UMKM menambah pembiayaan modalnya”, terang Co-Founder dan CEO Credibook, Gabriel Frans.

Berdasarkan proyeksi ekonomi digital yang disusun Google dan Temasek Holding, sektor ekonomi digital Indonesia terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Gabriel menyebutkan potensi ekonomi hingga 2025 mencapai sekitar Rp 2.000 Triliun. Melihat potensi sebesar itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi mendorong potensi ekonomi. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA