oleh

Prof Hasbullah: Jangan Ceroboh, Jangan Terkecoh

BERITA649.COM – Biaya perawatan akibat COVID-19 di rumah sakit terbilang mahal dan sampai saat ini masih ditanggung pemerintah melalui anggaran Kementerian Kesehatan. Namun, bukan berarti kita tidak melakukan upaya apapun agar terhindar dari penyakit ini.

Demikian diungkapkan Prof  dr  Hasbullah Thabrany MPH Dr PH, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dalam Dialog Produktif dengan tema “Memaksimalkan Pengelolaan Kesehatan Lewat Vaksinasi” yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), 26 November 2020.

“Ini pikiran manusia pada umumnya. Memang COVID-19 adalah makhluk halus yang tidak kelihatan. Sebelum kejadian, percayalah dari cerita orang yang pernah mengalami karena pengalaman itu adalah guru yang sangat berharga. Sayangilah diri sendiri, keluarga, dan masa depan kita. Jangan korbankan dengan kecerobohan,” tuturnya.

Prof Hasbullah sangat mendorong kalau mencegah itu jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati. Pencegahan dengan disiplin penerapan protokol kesehatan dan nantinya dengan  vaksinasi.

Biaya vaksin itu jauh lebih murah daripada biaya pengobatan. Setelah memperoleh vaksin akan mendapatkan ketenangan dalam beraktivitas karena risiko terinfeksi penyakit jauh lebih kecil.

Hasbullah menegaskan jika perspektif yang memandang harga vaksin COVID-19 mahal adalah pandangan yang keliru.

“Kalau saya, membayar satu juta pun akan saya bayar karena dengan membayar harga segitu saya lebih terjamin tidak akan kena COVID-19 dan terhindar dari biaya pengobatan yang sangat mahal akibat terpapar COVID-19,” ujarnya.

Dia berharap agar masyarakat tidak terkecoh dengan informasi  simpang siur terkait COVID-19 maupun vaksin. Jika ingin aman harus mendapatkan informasi yang benar, bukan dengan perasaan, prejudice, dan dikaitkan dengan politik.

Jangan juga langsung percaya meskipun informasi   atas nama seorang tokoh, asing, atau tokoh agama. Jangan langsung dipercaya. Harus cek lagi.

Informasi paling aman adalah yang resmi dikeluarkan pemerintah. Karena informasi dari pemerintah sudah dibahas bersama para pakar dan ahli.

“Ini urusan kesehatan. Tidak ada satu negarapun yang ingin rakyatnya sakit,” tegasnya. (*)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA