oleh

64 Persen Bersedia, 24 Persen Masih Ragu

BERITA649.COM – Banyak pasien COVID-19 dengan komorbid jantung dirawat di rumah sakit. Kondisi kesehatannya rentan sekali memburuk.

Pasien COVID-19 dengan komorbid jantung secara otomatis menciptakan problem tersistematis. Perawatannya jauh lebih sulit daripada pasien tanpa komorbid.

“Itulah pentingnya terus disiplin memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak meski vaksin COVID-19 tiba nantinya,” kata Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr Erika Sp JP FIHA pada dialog bertema “Indonesia Siapkan Vaksin” yang diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (2/12/2020).

Anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional, Prof Dr dr Soedjatmiko SpA (K) MSi mengingatkan COVID-19  sangat bahaya.

BACA JUGA: Masyarakat Diminta Kooperatif Tanggulangi COVID-19

Korban meninggal sebanyak 60,4 persen di rentang umur 19-59 tahun. Umur ini rentan karena aktif di luar rumah.

Pemerintah telah memaksimalkan testing, tracing, dan treatment. Juga mengedukasi masyarakat agar mematuhi 3M.

Namun,  hingga November sekitar 160 dokter dan sekitar 130 perawat  meninggal. Mereka berjuang mengobati pasien COVID-19.

“Ayo cegah COVID-19 dengan 3M dan 3T,” ajak Soedjatmiko.

Namun, harus ditambah vaksinasi yang memiliki cakupan 70 persen. Diharapkan penularan akan terhambat, pandemi melambat, dan ekonomi akan meningkat.

Kata Soedjatmiko, vaksinasi merupakan langkah aman dan umum dilakukan di dunia, termasuk di Indonesia. Indonesia telah melakukan vaksinasi kepada jutaan manusia sejak 1974, dan terbukti aman.

Percepatan penemuan vaksin dengan tetap memperhatikan asas keamanan dan efektivitas sangat diperlukan saat ini. Tujuannya  menurunkan kematian dan kesakitan masyarakat.

BACA JUGA: Lalai Prokes, Sekolah Bisa jadi Klaster Penularan

Seluruhnya diawasi  Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran  juga ada  Data Safety Monitoring Board (DSMB) dan Komite Etik.

“Salah satu vaksin yang mungkin akan dipakai di Indonesia adalah  Sinovac yang sudah diuji klinik fase III di Bandung,” terangnya.

Masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan sampai pemerintah mengumumkan pandemi  berakhir. Apabila masih ada yang ragu terhadap vaksin,  bisa segera berubah pikiran untuk mengakhiri  pandemi COVID-19 di Indonesia.

Survei ITAGI bersama Kementerian Kesehatan menyebutkan, sebanyak 64 persen orang Indonesia menyatakan bersedia divaksinasi. Sementara 24 persen masih ragu. (nik/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA