oleh

196 Karyawan Tunggu Rapid Test Ulang

SLEMAN – Menanggapi beredarnya kabar tidak sesuai fakta tentang kasus Covid-19 di swalayan Jalan Magelang di sosial media, Pemkab Sleman langsung melakukan klarifikasi. Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Shavitri Nurmala Dewi (Evi) menyatakan informasi yang menyebutkan 67 karyawan positif Covid-19 adalah tidak benar.

“Berdasarkan hasil uji swab Polymerase Chain Reaction (PCR), terdapat satu kasus konfirmasi (positif) Covid-19. Ini adalah karyawan swalayan yang saat ini dalam masa penyembuhan,” terang Evi dalam siaran pers yang disampaikan kepada redaksi Berita649.Com (5/5/2020).

SHAVITRI NURMALA DEWI

Masyarakat diajak bijaksana dan cermat menyikapi kabar yang beredar di sosial media. Karena tidak semua informasi benar. Evi juga meluruskan kabar tentang hasil rapid test kepada lima orang kontak erat dengan kasus konfirmasi, lalu hasilnya terdapat satu orang yang positif.

Setelah mengetahui satu kasus konfirmasi (positif) Covid-19, Dinkes Sleman segera melakukan Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap 10 orang kontak erat dengan hasil lima orang yang dinyatakan reaktif.

Penelusuran selanjutnya dilakukan kepada 94 pegawai. Hasilnya 22 pegawai reaktif. Dinkes Sleman masih melakukan RDT terhadap 196 pegawai swayalan. Hasil RDT reaktif perlu ditindaklanjuti dengan uji swab PCR.

“Sampai hari ini, hasilnya belum keluar,” kata Evi.

Sementara karyawan yang hasil RDT tidak reaktif diwajibkan karantina mandiri. Melakukan RDT ulang setelah 7-10 hari sejak RDT pertama.

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA