oleh

1.620 Relawan Alami Demam dan Pegal Ringan

BERITA649.COM – Pemerintah mengamankan suplai 100 juta dosis vaksin untuk kebutuhan dalam negeri setelah kesepakatan pembelian antara Bio Farma dengan AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis.  Indofarma dengan Novavax sebanyak 50 juta dosis.

Menteri Luar Negeri Retno Masudi menjelaskan  pemerintah indonesia telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk pengadaan vaksin. Indonesia adalah negara yang telah mengamankan suplai vaksin.

“Sebagai wujud pemerataan vaksin di dunia, Indonesia juga berkontribusi melalui CEPI untuk pengadaan vaksin dunia,” kata Retno di kantor Biofarma seperti dilansir kemkes.go.id (30/12/2020).

BACA JUGA: Kiprah Duta Perubahan Perilaku Melawan COVID-19

Sementara Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan pemerintah mengejar waktu dalam menanggulangi COVID-19. Pembelian vaksin dari Covavax dan Astrazeneca  memberi kepastian kepada masyarakat Indonesia.

Segera setelah EUA diberikan, Kementerian Kesehatan akan bergerak cepat  mendistribusikan vaksin, sekaligus melakukan proses vaksinasi.

Tahap pertama penyediaan dan persetujuan vaksin dalam waktu 1-2 minggu.  Kemenkes berharap mendistribusikan vaksin dalam waktu yang singkat ke berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Badan POM Peny G Lukito  menegaskan jaminan keselamatan dan kehati-hatian dalam pengadaan vaksin COVID-19 sangat diutamakan. Mulai mutu hingga efikasi vaksin.

Hasil uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung sangat menggembirakan. Proses berikutnya  menunggu hasil uji interim tahap 3.

BACA JUGA: 1-14 Januari, WNA Dilarang Masuk Indonesia

Selanjutnya disandingkan dengan hasil uji dari negara lain yang juga melakukan uji klinis cinovac. Yakni, Turki, Chili, dan Brazil

Penny menyebutkan hasil uji klinis di Brazil dan Turki sudah keluar. Hasilnya konsisten dengan uji yang dilaksanakan di Bandung.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19, Prof Kusnadi Rusmil menyatakan proses penyuntikan uji klinis vaksin COVID-19 sudah selesai. Hasil pemantauan terhadap 1.620 relawan mengalami reaksi ringan seperti demam dan pegal ringan.

“Laporan interim fase dua akan diberikan ke BPOM pada januari 2021,” katanya. (ad/asa)

Komentar

REKOMENDASI UNTUK ANDA