Wawali Ajak Jogja Smart Service jadi Media Promosi Kuliner

Beragam kuliner di Kota Yogyakarta telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisawatan domestik dan turis. Itulah sebabnya Pemkot Yogyakarta terus memfasilitasi berbagai kegiatan pendukung majunya sektor pariwisata. Salah satunya adalah memberdayakan usaha kecil menengah mikro (UMKM) menjadi pemain tangguh dalam sektor pariwisata.

———–

JAGA KUALITAS: Wawali mendorong industri kuliner dongkrak pariwisata. (istimewa)

WAKIL Walikota Heroe Poerwadi menyebutkan, omzet belanja kuliner di Yogyakarta menembus angka miliaran rupiah selama sebulan. Optimalisasi bisnis kuliner ini didukung sekitar 6 ribu pengusaha yang membuka usaha kuliner.

“Ada pengusaha kuliner yang mendapatkan angka Rp 450 juta sebulan melalui layanan hantaran makanan berbasis online,” kata Heroe Poerwadi saat membuka Pelatiahan Sertifikat Industri Rumah Tangga Pangan di RS Pratama (24/4/2109).

Angka tersebut belum termasuk pelanggan yang langsung membeli ke lokasi pengolahan makanan. Kesimpulannya, bisnis kuliner di Kota Yogyakarta sangat menjanjikan. Kota Yogyakarta memiliki potensi pasar kuliner cukup besar. Peluang tersebut harus dimanfaatkan pegiat UMKM menjalankan bisnis kuliner.

Wawali juga mengajak pengusaha kuliner memanfaatkan konten “Dodolan dan Nglarisi” di layanan Jogja Smart Service untuk promosi. Juga sekaligus menjual produk. Industri kuliner menjadi salah satu pilar penyumbang PDRB Kota Yogyakarta. Atensi Pemerintah Kota Yogyakarta terhadap keberlangsungan usaha kuliner juga terus dilakukan.

Wawali lantas menyebut program “Gandeng Gendong”. Dalam “Gandeng Gendong” terdapat program pembelian produk olahan pangan warga Kota Yogyakarta melalui APBD. Angkanya  mencapai Rp 38 miliar setiap tahun.

Namun, Heroe Poerwadi mengingatkan agar pelaku usaha kuliner tetap menjaga kualitas makanan. Itulah sebabnya, Wawali mendukung Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta terus mendorong pengusaha kuliner memiliki Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

“Pelatihan standardisasi pengolahan pangan  merupakan keharusan,” kata Wawali.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Fita Yulia Kisworini menjelaskan, pelatihan merupakan program rutin Dinas Kesehatan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas produk. Mulai pemilihan bahan baku, cara mengolah makanan yang sehat dan bersih, serta tips pengemasan yang memenuhi standar mutu.

Pencantuman PIRT dan halal dalam produk olahan akan memberi rasa aman bagi penikmat kuliner.***