Warga Ingin Bisa Akses Program Gandeng Gendong

Pemerintah Kota Yogyakarta semakin memaksimalkan program pemberdayaan kampung di 14 kecamatan, 45 kelurahan.  Atensi ini dikolaborasikan dengan program Gandeng Gendong dan Dodolan Kampung.

———————–

PEMERINTAH Kota Yogyakarta menyatakan program Gandeng Gendong yang  dilaunching sejak 10 April 2018 terbukti memberi efek domino yang  yang melegakan semua pihak. Masyarakat juga merasakan manfaat program yang realisasinya menggandeng sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD).

Betulkah? Sejumlah warga mengaku telah mendengar program Gandeng Gendong yang digagas Pemkot Yogyakarta. Hanya tidak semua warga telah merasakan manfaat program yang digadang gadang bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengatakan program itu bagus. Tapi, sebagus program kalau tidak memasyarakat, juga menjadi tidak sempurna,” kata Handayani yang sehari-harinya menjalankan usaha kecil-kecilan.

Handayani juga menanyakan penyebab tidak semua masyarakat bisa mengakses program Gandeng Gendong. Padahal, banyak penduduk berwirausaha yang berharap dapat kecipratan manfaat program Gandeng Gendong. Kebanyakan mereka adalah warga yang berdagang kecil-kecilan. Misalnya membuka warung makan dan membuat panganan dalam jumlah masih terbatas.

Terpisah, Ninda warga Kotagede juga meminta Pemkot Yogyakarta bisa memaksimalkan program Gandeng Gendong.  Ninda yang pernah berjualan lalu macet karena factor modal ini berharap bisa menjalankan kembali usahanya.

“Tapi, saya tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan akses program Gandeng Gendong,” katanya memberi alasan.

Wakil Walikota Heroe Poerwadi mengakui perlu optimalisasi pelaksanaan program Gandeng Gendong di wilayah.  Termasuk memetakan potensi setiap wilayah. Masalah yang dihadapi wilayah belum tentu sama. Itulah sebabnya perlu dicermati agar ditemukan jalan keluar yang pas dan efektif.

Wawali mengakui ada kelurahan  yang telah maju. Tapi, ada juga kelurahan yang belum  memaksimalkan potensi. Karena itu, kelurahan yang telah berkembang bisa menggandeng kelurahan lain.

Bagaiman dengan permodalan? Wawali menyebut program Do It Kampung.  Dana yang tersedia di kelurahan akan dimanfaatakan untuk kesehatan dan pengentasan kemiskinan. Termasuk pemberdayaan.

Menjawab keinginan warga yang ingin berwirausaha, Ketua Asosiasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPMK) Kota Yogyakarta Haryanto Mangun Suwarno menyebut program Dodolan Kampung. Program ini diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan penduduk dengan melakukan kegiatan ekonomi.***