Tak Ada Pasien, Rumah Sakit Swasta Bertumbangan

YOGYAKARTA – Satu per satu rumah sakit swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta terpaksa berhenti beroperasi. Penyebab paling dominan adalah factor ketersediaan anggaran untuk menutup biaya operasional.

Salah satu rumah sakit yang akhirnya menutup layanan adalah Rumah Sakit Khusus Bedah (RSKB) Soedirman tutup. Rumah sakit milik Yayasan Soedirman ini tak lagi membuka layanan pengobatan kepada masyarakat sejak 18 Juni 2019.

Pada bulan, RSKB Soedirman genap setahun tidak beroperasi. Belum ada penjelasan alasan pasti mengenai penyebab tutupnya rumah sakit yang berlokasi di kampung Balirejo, Umbulharjo.

“Tak hanya RSKB Soedirman. Sejumlah rumah sakit di DIY juga dalam kondisi sama. Faktornya karena finansial,” kata Anggota Komisi C DPRD DIY Amir Syarifuddin kepada Berita649.Com, hari ini (8/6/2020).

SEPI: Tak lagi beroperasi. (sauki adham)

Padahal, rumah sakit yang dikelola Yayasan Soedirman ini dulunya ramai. Pasien tak hanya dari Kota Yogyakarta. Berdatangan dari kabupaten Sleman, Bantul, Kulonprogo dan kabupaten Gunungkidul.

Peletakan batu pertama dilaksanakan tahun 1987.  Waktu itu melayani pasien paru-paru. Dua tahun kemudian berubah menjadi rumah sakit khusus bedah.

Penjaga rumah sakit, Sugeng Purwanto mengatakan rumah sakit ini ramai tahun 1989 hingga 1998. Tidak pernah sepi. Namun, tahun 1999 sampai Desember 2005 sepi pasien. Mulai tahun 2006, RSKB Soedirman bangkit lagi. Pasien berdatangan lagi. Bahkan, jumlahnya lebih banyak dibandingkan tahun 1990an.

Namun, perjalanan RSKB Soedirman harus berhenti. Tanggal 18 Juni 2019 resmi ditutup.  Kini, RSKB Soedirman seperti rumah tak bertuan. Meski tak lagi beroperasi, kondisi rumah sakit tetap bersih.

 

Author: redaksi

Tinggalkan Balasan