Seniman Ini yang Bikin Logo “Gandeng Gendong”

  • 12
    Shares

YOGYAKARTA – Setelah dilaunching April 2018, program Gandeng Gendong yang  digagas Pemerintah Kota  Yogyakarta akhirnya mempunyai logo. Logo diresmikan Wakil Walikota Heroe Poerwadi bersamaan acara  pengukuhan Forum Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Perusahaan dan Forum Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Hotel Arjuna Yogyakarta (29/1/2019).

Logo tersebut bergambarkan seorang laki laki dan wanita mengusung gentong berukuran besar. Gentong bertuliskan “GG”. Inspirasi logo tersebut bermula ketika Wawali Heroe Poerwadi menghadiri undangan pernikahan seorang seniman. Para tamu mendapatkan souvenir bergambar dua orang mengotong genthong. Heroe pun kepincut menjadikan gambar tersebut sebagai logo Gandeng Gendong.

“Makna gambar itu kuat. Selaras dengan program Gandeng Gendong. Logo inilah yang paling bisa merepresentasikan program Gandeng Gendong,” kata Wawali memberi alasan.

Tapi, tahukah Anda, siapa mendesain logo tersebut? Desain Gandeng Gendong merupakan goresan karya  Dunadi. Dunadi adalah seniman serba bisa. Alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta tahun 1988 ini piawai melukis, membuat patung, hingga menyajikan seni instalasi. Dunadi juga pemilik Pendhapa Art Space yang berlokasi di Jalan Lingkar Selatan, Sewon, Bantul.

LOGO RESMI: Wawali Heroe Poerwadi bersama Dunadi (kanan) pada acara launching logo Gandeng Gendong. (stimewa)

Dunadi mengungkapkan, logo  menggambarkan proses dinamis dalam konteks Gandeng Gendong. Logogram mendiskripsikan seseorang menggandeng  yang lain melangkah menuju tujuan. Gentong merupakan representasi sumber kebutuhan dasar manusia. Filosofi  logo itu  adalah makna yang menggambarkan kesanggupan membawa sumber mata air  dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Logo Gandeng Gendong menggunakan typeface candara. Dimaknai  kuat namun luwes. Ketebalan typeface candara juga memberi kesan kokoh dan kuat. Sedangkan warna hijau pada logo  melambangkan kesuburan, muda dan pertumbuhan. Kata Dunadi, warna hijau juga berkorelasi dengan semangat pembaruan dan persahabatan. Warna ihjau juga melambangkan keterbukaan. Sementara warna hitam melambangkan kekuatan, agung dan percaya diri.

Wawali  berharap filosofi dan pesan yang disampaikan dalam logo mampu meningkatkan partisipasi pelaksanaan program Gandeng Gendong. Gandeng Gendong adalah gerakan pembangunan yang akan bersinergis dengan peningkatan pendapatan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan di Kota Yogyakarta.

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.