Sengketa Terminal Giwangan Selesai, Pemkot Yogyakarta Akhirnya Bayar Rp 56 Miliar


YOGYAKARTA – Kasus Terminal Giwangan akhirnya selesai. Kamis pagi tadi sekitar pukul 09.00, Pemerintah Kota Yogyakarta melakukan pertemuan dengan pihak Perwita Karya di Pengadilan Negeri Yogyakarta. Sumber berita649.com menyebutkan, pihak Pemkot Yogyakarta diwakili M Sarjono SH. Sedangkan Perwita Karya diwakilkan kepada kuasa hukum.

Pada pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam, Pemkot melaksanakan keputusan Mahkamah Agung yang memenangkan gugatan PT Perwita Karya.  Berdasarkan perhitungan Pemkot Yogyakarta, biaya yang sebenarnya harus dikeluarkan sebesar Rp 41 miliar. Namun, PT Perwita Karya bersikukuh mendapatkan angka sebesar Rp 56 miliar.

 data-recalc-dims=

Karena telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), tidak ada lagi upaya hukum yang dilakukan Pemkot Yogyakarta.  Konsekuensinya, Pemkot Yogyakarta mengeluarkan kocek sebesar Rp 56 miliar dari APBD Kota Yogyakarta Tahun Anggaran 2019. Sekadar mengingatkan,  sangketa Pemkot Yogyakarta dengan PT Perwita Karya terjadi 10 Maret 2010.

Waktu itu, Perwita Karya menyampaikan gugatan ke Pengadilan Negeri Yogyakarta. Materi sengketa adalah perbedaan tentang perbedaan angka biaya pembangunan terminal. Setelah pembayaran, seluruh aset Terminal Giwangan, termasuk lahan tanah yang digunakan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), kembali ke Pemkot Yogyakarta.

 


Author: azam

Apa komentar Anda?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.